Sabtu, Maret 08, 2025

[Book Review] HEY 224 by Kezia Cecilia

 

Penulis: Kezia Cecilia
Penerbit: Choko Puslisher
Halaman : 224 halaman
Cetakan : Pertama, 2023
Editor: Leta Mae
Perancang sampul: Jeasy_art
Tata letak isi: Deya

Berhubung blurb buku ini nggak ada, jadi aku bahas karakter yang ada di novelnya aja ya (๑˃̵ᴗ˂̵)و
The Characters
Hosea Zurreh, dari namanya aja nampak ketampanannya. Hosea ini Antartika versi manusia. Nggak suka basa-basi. Ngomong ala kadarnya, ada ungkapan nggak boleh mubazir makanan, nah kalau Hosea nih, dia anaknya nggak mau mubazir kata-kata. Tajir, suka jajanin Kiel dan punya alat musik lengkap di rumahnya. Layanan 24 jam Kiel kalau mau cerita-cerita. Penganut "talk less do more". GENTLEMAN.

Kiel Harold, percayalah kalau Kiel nggak ngomong lebih dari semenit berarti dunia sedang tidak baik-baik saja. Anaknya demen banget ngomong! Suka ngobrolin hal-hal random. Isi kepala Kiel rame banget ngalah-ngalahin pasar kayaknya deh. Ceria banget anaknya, HAPPY VIRUS! Punya humor yang masuk ke semua kalangan. Sayang banget nggak banyak part Kiel, Gerald dan Gio nongkrong bareng. Kalau mereka di gabungin bakal triple kill abis sih bikin ngakak terus. Fighter Sejati, tau kapan harus berjuang dan kapan harus berhenti. 

Gerald & Gio, dua sahabat sejati Hosea. Mereka kasih julukan buat ketiganya Perjaka Komplek, karena rumah ketiganya bersebelahan dan mereka sahabatan dari masih kecil. Ketiganya punya hobi yang sama yaitu bermusik. Kalau dari gambaran narasi dalam novelnya, aku jamin mereka cowok-cowok keren yang ngehits abiezzz! Gerald dan Gio kocak banget anaknya, celetukan keduanya nggak absen bikin aku ketawa. Support system terbaik Hosea. Gerald dan Gio kebal akan sifat cuek bin jutek Hosea—si manusia kulkas dua pintu.

Rai, sahabat satu-satunya Kiel. Rai omongannya pedes banget! ngalah-ngalahin bon cabe level 30. Terutama kalau lagi ngasih petuah ke Kiel tentang Hosea. Kalau di ibaratkan sesuatu, Rai ini mirip korek api kayu. Kalau di nyalain, kebakaran deh rumah tangga orang. Tapi kalau ada yang nyakitin Kiel, Rai bakal jadi garda terdepan. Rai itu orangnya realistis, nggak semua hal tok di nilai cuma pakai hati. Sahabat yang pas buat jadi pelindung Kiel yang bucin mampus.

My Thought
Hey 224 memiliki premis cerita yang klise—tentang percintaan anak putih abu-abu, Hosea Zurreh dan Kiel Harold. Hosea yang minim kata, bertemu dengan Kiel yang kalau Hosea ngomong "iya" di jawab sama Kiel seratus kata bisa jadi genap jadi seribu. Kiel yang punya love language words of affirmation, sedangkan Hosea acts of service. Kebayang ya kisah cinta dua anak remaja ini akan gimana. Hosea akan lebih pilih beliin Kiel gitar yang ngabisin uang tabungannya, ketimbang bilang "i love you" atau kalimat romantis sejenisnya. Ya nggak apa-apa juga sih, soalnya Hosea tajir (๑•͈ᴗ•͈)

Di awali dengan Kiel yang naksir Hosea duluan, mereka satu kelompok waktu MOS. Kiel bilang Hosea good looking, itu yang bikin Kiel akhirnya punya misi ngejar-ngejar Hosea setelah resmi jadi siswa di SMA Glorious. Misi pengejaran Hosea terbukti dilakukan Kiel, di mulai dengan caper ngajak Hosea ngobrol hal-hal random yang ada di kepala Kiel. Eh itu termasuk ke misi Kiel nggak ya? Soalnya Kiel kan memang hobi banget ngomong anaknya. Bahkan mereka sering chatan, ya walaupun di balas Hosea sekenanya.

Beda kelas nggak bikin Kiel kehabisan cara buat absen muka di depan Hosea. Misalnya curi pandang ke kelas Hosea, berdesakan di depan ruang musik buat nonton Hosea latihan bareng bandnya. Oh iya, Hosea, Gerald dan Gio ini bisa di bilang lumayan populer di SMA Glorious, karena mereka mahir main alat musik. Kalau ada yang bilang Perjaka Komplek ini jadi siswa kebanggaan sekolah, aku rasa nggak berlebihan karena kenyataannya memang iya. Hosea, Gerald dan Gio bahkan punya nama band yang keren—THOUSANDIZE.

Tapi misi Kiel ternyata nggak semulus jalan tol, Kiel lihat Hosea berduaan sama seseorang. Kiel kira harapannya sudah pupus, akhirnya Kiel pamit undur diri dari jajaran fans Hosea. Meninggalkan misinya yang sudah di susun rapi dan menggebu-gebu itu. Galau deh tuh si Kiel. Keabsenan Kiel bikin Hosea kayak ada yang kurang dan sadar bahwa dirinya sudah terbiasa dengan kehadiran Kiel. Kenyataan lainnya ternyata Hosea juga punya perasaan yang sama dengan Kiel. Singkat cerita mereka akhirnya pacaran. Cara Hosea nembak Kiel nggak biasa, terbilang unik juga romantis. Gimana Kiel nggak langsung bilang iya, seolah galau Kiel sebelumnya menguap dan hilang mengudara.

Masuk nih ke masa-masa Kiel dan Hosea pacaran ala-ala anak remaja pada umumnya. Yang bikin jiwa skeptisku meraung-raung ٩(ˊᗜˋ*)و  Btw, fotonya di klik dulu ya biar nggak blur!
ala sia boi boi (っ- ‸ -)っ

oh jadi ini konsepnya suka duka di tanggung bersama. oke sip dah👍
waduh ngeri juga ini si Hosea kalo cemburu ٩( ᐛ )و

bisa-bisanya ini si Kiel nolak diajak makan. jangan bilang abis ngedate minta kerokan. Kiel kekenyangan cinta si Hosea kayaknya *uhuk
Apa kisah cinta mereka bebas dari konflik? Oh tentu tidak. Hubungan tanpa konflik bagai sayur sop kehilangan wortelnya. Hosea yang minim kata menjadi bibit perselisihan dengan Kiel. Misalnya Kiel sudah mulai mempertanyakan kenapa Hosea nggak pernah cerita tentang dirinya. Bahkan rumah pacarnya dimana Kiel nggak tahu. Seenggak terbuka itu Hosea orangnya. Jadi Kiel sedih, pacaran 3 tahun, tapi hal sekecil tahu alamat rumah Hosea pun nggak.

Aku juga kalau jadi Kiel ada perasaan tersinggung sih. Ya wajar malah muncul pertanyaan baru di otak Kiel. Berbanding terbalik sama Kiel, hal sekecil apapun pasti cerita ke Hosea. Padahal hal-hal sederhana kayak cerita-cerita random gitu bikin pasangan merasa dibutuhkan. Semacam jadi sandaran dan di percaya sebagai someone special. Hosea nggak ngelakuin hal itu. Nggak ke Kiel, pun nggak ke semua orang karena Hosea punya trust issue yang ngebentuk dirinya kayak gitu.
Kiel ngambek karena belum pernah di cipok Seose. hadeh anak muda! (੭˃ᴗ˂)੭
Lalu, sebenarnya Hosea sayang Kiel nggak sih? Eits! Buang jauh-jauh pikiran Hosea nggak sayang Kiel. Hosea rela ngantri walaupun sepanjang jalan kenangan, demi kebagian brownies kesukaan Kiel di kantin. Hosea rela babak belur, karena ada yang merendahkan harga diri Kiel. Hosea rela pinjam topi sohibnya, karena Kiel suka lihat Hosea pakai topi itu. Dan masih banyak lagi, hal-hal sederhana yang tak kasat mata dilakuin Hosea demi menyenangkan sang pujaan hati. Semua itu dilakuin Hosea tanpa sepengetahuan Kiel. Perkara tulus, Hosea nggak diragukan lagi.

Apa konfliknya selesai sampai disitu? Jangan harap! Semesta terlalu sayang Kiel dan Hosea, makanya semesta banyak bercanda dengan hubungan keduanya. Persoalan-persoalan yang lebih krusial hadir di tengah-tengah hubungan mereka. Bagai badai angin di tengah gurun Sahara. //WADUH BERAT BERAT// >.<"
Kiel dengan segudang maunya dan Hosea (gombal) Zurreh
"(-⌓-) 
Disini aku setuju sama Kiel. Perasaan seseorang nggak tetap. Kiel takut kemungkinan-kemungkinan yang  akan terjadi. Sedangkan Hosea menenangkan dengan kata-kata yang menurut Kiel nggak banyak membantu. //interupsi// Lagian Kiel, memangnya ada yang bisa menjamin masa depan?
"Tapi kan semua orang bisa pindah rumah kalo udah nggak nyaman. Artinya gak ada yang mustahil. Atmosfer aja bisa ditembus, Se. Apalagi kamu." - Halaman 202

Aku suka ada kalanya Kiel memandang cinta dengan realitas. Pengajaran Rai berhasil menembus jiwa bucin yang ada dalam diri Kiel yang mendarah daging itu. Ah, atau mungkin Kiel sudah paham bagaimana cara menghadapi cinta dengan logika yang sehat. 3 tahun bersama Hosea cukup mengajari Kiel tentang bagaimana cara jatuh cinta sedalam-dalamnya dan juga kapan saat harus menyelamatkan diri sendiri. Di sudut pikir lain,  sebesar apapun cinta Hosea pada Kiel, ada titik dimana ia merasa insecure yang disebabkan oleh trust issue yang dimilikinya. Keraguan-keraguan itu terjadi bukan karena cinta mereka sudah mulai pudar, melainkan lahir dari rasa sayang yang semakin dalam satu sama lain.

Sebenarnya trust issue apa sih yang melilit Hosea? Apa Hosea dan Kiel mampu tetap saling menyatu? Meskipun badai dalam hubungan mereka seolah silih berganti tanpa jeda.

⋆.˚✮♬✮˚.⋆ 

Worth to read ⸜❤︎⸝‍ 

3.5/5⭐ Karena sudah bikin aku mesem-mesem ikutan salting. Seru bacanya! Tapi kenapa ya fontnya dibuat semini itu? Nggak ramah di mataku yang minus ini natap lama-lama. Aku juga punya 3 buku sebelumnya dari Choko Pubsliher, tapi font dan jaraknya masih aman. Wah terima kasih juga ya membaca novel ini ternyata bikin aku sadar, ada pembahasan cinta yang bikin aku skeptis. Banyak momen yang bikin aku "kayaknya kagak gitu dah?" dan bikin aku nyap-nyap bacanya. Banyak pernyataan yang aku bantah. Semacam jiwa skeptisku tersalurkan. Mungkin karena faktor U //umur ٩( ᐛ )و// kali ye.

Oh iya! Aku masih gagal paham pas baca tulisannya di akhir, "Mungkin ini akan jadi buku pertama dan terakhir dalam perjalananku menjadi author?". Maksudnye begimane ni? Udahan gitu nulisnya beliau? Duh sayang banget kalo iya, tulisannya bagus padahal. Gaya bahasa penulis asik bet soalnye pas nulis narasi. Terus nulis percakapannya ngalir bet dah kayak aer terjun tertinggi di dunia. Aye terhibur bacanye. Ngapa dah bahasanya jadi rada betawi gini? ( >⩌<)ノ

Rabu, Maret 05, 2025

[Book Review] Pelangi Waktu Malam

Penulis : Bayu Permana, Flara Deviana, Anindya Frista, Innayah Putri
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran: 20 cm
Halaman : 280 halaman
Cetakan : Pertama, 2025
ISBN : 9786020681115
The Blurb
Empat cerita, empat penulis, empat luka.

Ini tentang empat kisah yang terlambat disuratkan, tentang mereka yang hampir pernah bahagia, tentang impian yang hancur sebelum sempat dibangun, juga tentang pagi yang tak akan pernah tiba.

Sapta mesti menelan fakta bahwa sahabatnya, Tobias, bunuh diri. Padahal Tobias yang Sapta kenal adalah sosok yang penuh hidup. Di dalam surat-surat yang Tobias tinggalkan, dia menuliskan borok mengerikan yang disimpan rapat-rapat dalam dirinya.

Di kisah lain, Ayana melarikan diri ke Bandung setelah menggugat cerai sang suami di hari ulang tahun pernikahan mereka. Di sana, dia bukannya menyembuhkan trauma, malah bertemu Ezra, cinta pertama yang akan mengonfrontasi kisah mereka di masa lalu.

Pada hari jadi mereka yang ke-8, Nalu ditinggalkan kekasihnya, Praya. Kilasan indah masa lalu tak sanggup membuat keduanya menyelamatkan cinta yang setengah mati diperjuangkan. Praya pergi, tanpa pernah tahu apa yang sudah Nalu siapkan untuk masa depan mereka.

Pada cerita terakhir, Hana memberanikan diri untuk duduk di depan kamera, mengulang malam mengerikan yang telah merenggut bagian berharga dari dirinya, dan juga hidupnya. Hana tahu, malam itu mungkin akan memenjarakannya untuk waktu yang sangat lama.

My Thought
Sebelum menceritakan tentang apa bukunya, aku ingin langsung menuliskan pendapat pribadiku setelah membaca buku ini. Aku nggak mau kalian yang membaca review ini langsung mendikte semua tokoh yang ada di bukunya. Rasanya aku nggak cukup tega, kalau kalian menjudge mereka di awal sama halnya aku—keburu kepalang tantrum sama sikap tokoh-tokoh yang ada di buku ini. Kayak gregetan banget sampai pingin teriak di depan muka semua tokohnya "CERITA WOY! DIEM-DIEM, BUBAR GRAK." So sorry emosional lagi, karena benar-benar disayangkan banget! nyesek sampai menembus tulang rusak! ( ˶•ᴖ•) !!

Ada beberapa hal yang aku dapat pelajari dari semua kisahnya. Buku yang bagus adalah buku yang membuat pembaca berpikir dan aku sih YES untuk kasih 5/5⭐ untuk buku sebagus ini. Bukan hanya membuat berpikir, tapi juga bisa merasakan pengalaman yang tokoh alami dalam cerita. Membaca novel mengajari pembaca bagaimana cara hidup karena banyak point of view didalamnya. Book makes you experience life you don't have. So here we go!

1. Semua orang punya tempat amannya masing-masing
Ada sebagian orang terbuka akan kisah hidupnya dan ada sebagian orang yang nggak suka cerita atau ngomong secara gamblang tentang kehidupannya ke orang lain. Aku percaya setiap orang punya ruangnya masing-masing. Mungkin bukan hanya pada seseorang, tapi pada sesuatu yang dia tahu, dia akan merasa hidup bersamanya. Misalnya musik, film, traveling, hewan peliharaan, makanan kesukaan, hobi, atau bisa jadi yang dibutuhkan hanya dirinya sendiri. Menghilang sebentar untuk recharge energy atau ingin cut off juga nggak apa-apa banget. Apapunapapun yang buat kalian merasa nyaman dan aman.

Cara Ayana dalam misi menyembuhkan hatinya dengan cara #KaburAjaDulu hanya membuat masalah berhenti sementara, tapi mungkin itu menjadi jalan terbaik yang harus dilalui terlebih dulu. Sebelum menata hati kembali dan menyelesaikan masalahnya. Kak Flara dalam tulisannya membuat pemahamanku tentang setiap orang butuh waktu untuk mengolah hati seolah tervalidasi. 

2. Terkadang diam menjadi sebuah jawaban
Nggak semua orang punya kemampuan komunikasi yang baik. Nggak semua orang bisa dengan mudah mengutarakan suara hatinya. Sebagian orang dituntut hanya untuk menjadi pendengar, padahal juga punya hak untuk didengar. Sebagian orang lagi hanya bisa diam kayak yang dilakuin Master Limbad. Diam bisa menyembuhkan. Diam juga bisa mengantarkan ke depan gerbang penyesalan, bahkan diam bisa jadi membawa seseorang ke jalan yang buntu. Walau begitu setiap orang punya alasan kenapa memilih untuk diam. Mungkin sebagai upaya menghindar untuk menyelamatkan bukan hanya untuk dirinya sendiri.

Aku dapat memahami bagaimana tiap tokoh di empat cerita ini memilih cara diam untuk menghadapi permasalahannya. Disaat itulah aku tahu penulis bukan hanya menceritakan bagian-bagian kisah tokoh yang ada dalam novel, tapi juga menyeretku kedalam bagian cerita yang mereka tulis (╥‸╥) Silent treatment aku ini sudah ditahap tak tertolong (sebuah pengakuan dosa). Aku tertampar banget waktu baca tulisan Kak Anin di cerita Kilasan, diam akan membawa masalah menguap namun masalahnya nggak akan pernah terselesaikan //CRY, CRY, CRY? (tears baby)// NP: lagu mbak Raye *lah >‸<

3. Jangan sungkan mencari bantuan
Rasanya aku ingin peluk semua tokoh yang ada di novel ini. Dan juga semua orang yang sedang merasa sendirian dalam kesedihannya, karena terkadang aku pun merasakannya. Aku pikir di saat seseorang sedang nggak baik-baik aja, hal pertama yang dibutuhkan bukan ingin dipahami melainkan ditemani bahwa dia nggak sendiri. Afeksi dari seseorang yang dapat dipercaya dalam hidup menumbuhkan rasa aman. Untuk kalian yang berjuang sendiri di luar sana, aku harap kalian segera menemukan bantuan dalam bentuk apapun itu. Aku harap kalian menemukan jawaban—sesuatu yang bisa menenangkan di tengah kekacauan batin dan sesuatu yang bisa menghangatkan perasaan di tengah kecemasan. //sending virtual hug//  ⸜(。˃ ᵕ ˂ )⸝♡

4. Terima kasih untuk tetap hidup
We're just human, it's okay to not be okay! Nggak ada kehidupan yang baik-baik aja. Nggak ada kehidupan yang isinya full sedih-sedihan terus. Adalah benar apa yang di katakan Tobias bahwa nggak ada yang konstan dan mutlak di dunia ini. Termasuk perasaan seseorang. Kadang kalau nggak bisa dapat apa yang kita mau, kita marah dan kecewa karena padahal sudah seberusaha itu. Bilang kalau hidup ini nggak adil. Memang terkadang hidup nggak adil untuk sebagian orang, tapi dari sana kita bisa belajar arti sabar dan punya pengalaman baru. Tapi kadang juga usaha bisa mengkhianati hasil. Ya betul, aku nggak akan nyangkal. Karena aku pun pernah merasakannya kok. Aku dan kita semua pernah merasakan yang namanya senang, sedih, marah, kecewa, lelah, dan perasaan-perasaan lainnya. Mau sehebat apapun orang itu, semua nggak luput dengan perasaan-perasaan manusiawi. Hanya saja cara dan penyebabnya yang berbeda.

Kalau ditanya seberapa puas aku dengan hidupku? Yang aku rasakan sudah merasa lengkap. Aku  merasa cukup untuk semua yang aku punya dan jalani saat ini. Mungkin alasannya karena aku nggak pernah menyesal untuk pilihan yang aku ambil, walaupun nggak sesuai ekspetasi. Tapi di kemudian hari kayak diperlihatkan, kalau keputusan yang aku ambil ternyata apa yang aku butuhkan. Semacam di ingatkan "kalau aku nggak ambil jalan ini, aku nggak akan tau tentang hal ini." Tapi  apa manusia cukup dengan kata cukup? Karena suatu waktu, aku merasa "kok aku kayak jalan di tempat?".

Yang mau aku bilang disini, ayo tetap hidup! karena di saat kita lelah dan ingin menyudahinya, di depan sana semua jawaban sudah menanti, dan kita nggak pernah tahu Tuhan sudah mempersiapkan skenario terbaik apa di kehidupan selanjutnya. Mungkin tangan kita terlalu jauh untuk saling berpelukan, terlalu jauh untuk saling berpegangan, tapi semoga kita semua selalu punya alasan untuk tetap melanjutkan hidup sampai Tuhan yang memanggil dan memeluk kita dengan kasih sayang-Nya  -`♡´-

Jadi begini ke-empat cerita dalam bukunya....
To be Tobias by Bayu Permana
Menceritakan tentang Sapta anak SMA yang menerima kabar kehilangan sahabatnya secara tiba-tiba. Tobias pergi dengan mengakhiri hidupnya sendiri, meninggalkan Sapta dengan segudang tanya. Tobias seorang anak SMA yang nggak nampak murung sebagaimana orang yang mengalami depresi. Tobias teman yang ceria dan ia juga bukan orang yang menutup diri dari dunia luar. Keinginannya untuk menjadi aktor pemain film sudah dibuktikan dengan Tobias memerankan beberapa adegan. Sampai dimana Sapta menerima surat dari Tobias—surat-surat yang dituliskan Tobias sebelum kepergiannya menuju keabadian.
"Kalau lo terima tulisan ini, berarti gue udah nggak ada. Menurut lo, di sini gue harus bilang halo atau selamat tinggal?" - Halaman 28

Kenyataannya Tobias nggak pergi secara tiba-tiba, Tobias sudah mempersiapkan segalanya. Mengutarakan alasan-alasannya dalam surat tanpa ada yang terlewat. Aku nggak bisa nahan tangis ketika baca surat-surat Tobias, mengatur napas, diam sejenak, lalu melanjutkan membaca kembali. Rasanya sangat sesak, sakit, dan aku bisa merasakan bagaimana kesedihan sekaligus kebingungan yang dirasakan Sapta. Sapta kehilangan sahabat absurbnya—ya begitulah penilaiannya terhadap Tobias. Tanpa tahu jika sahabatnya itu menyimpan luka paling dalam. Terkadang ketiadaan menjadi tempat paling aman untuk ditinggali. 

"Gue ngerti kok, perasaan itu bukan sesuatu yang konstan dan mutlak. Pagi-pagi bisa sedih, siangnya bahagia, sorenya sedih lagi. Bisa aja di satu kesempatan kepercayaan diri gue hilang, terus datang lagi, terus jatuh lagi. Nggak tetap. Nggak ada yang tetap." - Halaman 59

Kita Pernah Hampir Bahagia by Flara Deviana

Menceritakan Ayana dan Savian yang menghadapi kegagalan dalam pernikahannya. Ayana menggugat cerai Savian disaat mereka merayakan hari ulang tahun pernikahannya yang ke-6. Tanggal yang dimana menjadi kenangan bahagia, berubah menjadi tanggal yang memilukan bagi keduanya. Aku gregetan banget sama Ayana dan Savian. Pernikahan mereka kurang komunikasi, keduanya malah sibuk adu nasib siapa yang paling tersakiti. Hubungan mereka harusnya masih bisa diperbaiki. SEHARUSNYA. Tapi yasudahlah. Nggak kaget, tapi lumayan bikin nyelekit di hati.

"Kim juga sama menderitanya denganku, tetapi dia nggak mengizinkan dirinya hancur lebur sampai bertindak egois dan mengacaukan hidup orang lain. Sedangkan aku, aku menikmati peran sebagai yang tersakiti." - Halaman 129

Aku bersyukur banget Ayana masih punya Kim, kakak yang menjadi support system Ayana dalam kekalutannya. Namun di lain sisi, kembalinya Ayana ke Bandung mempertemukannya dengan Ezra—cinta pertama Ayana yang hilang bagai ditelan bumi. Mereka bertemu kembali di waktu dan keadaan yang nggak tepat, tapi perasaan keduanya masih sama. 

"Masa lalu tempatnya di belakang, semua salah paham udah clear, artinya, lo dan gue, kita perlu maju buat masa depan." - Halaman 134

Apa kesalahan Savian sampai di gugat cerai Ayana? Bagaimana kelanjutannya Ayana dengan cinta pertamanya? Kalian baca sendiri ya bukunya. Cukup rumit kisah mereka, tetapi setelah membaca keseluruhan isi ceritanya, aku yakin kalian akan bisa memahami dan memaklumi keadaannya.

Kilasan by Anindya Frista

Menceritakan tentang hubungan Praya dan Nalu yang kandas walau 8 tahun bersama. Sebanyak apapun usaha Praya mengingat kebersamaannya dengan Nalu, nggak membuat Praya menghentikan langkah kakinya pergi meninggalkan Nalu. Kisah cinta mereka terlalu rumit, sampai aku binggung mau marah atau nangis dulu bacanya. Jadi Praya sakit, jadi Nalu sakit, pembaca sekarat ૮(˶ㅠ︿ㅠ)ა 

"Praya yang menggebu, dan Nalu yang selalu memberi jeda, seolah dengan begitu masalah mereka akan menguap." - Halaman 155

Kalau ada yang harus disalahin dari kandasnya hubungan Praya dan Nalu siapa, jawabannya NGGAK ADA. Mereka hanya butuh komunikasi yang baik. Bukan hanya hubungannya yang terus di jalin, tapi komunikasi juga nggak kalah penting dan keduanya nggak melakukan itu. Praya kamu nggak salah meminta kepastian dari Nalu dan untuk Nalu aku sangat menghargai segala bentuk usaha yang sedang kamu perjuangkan. 100/10 nyesek banget waktu tahu apa aja yang sudah di korbankan Nalu untuk bisa bersama Praya. Rasanya pingin peluk Praya dan Nalu, pelukan ala-ala Teletubies  (づ•᷄ᴖ•᷅)づ

Pagi yang Tak Pernah Datang by Innayah Putri

Menceritakan tentang Hana yang mencoba keluar dari gelapnya dunia yang orang lain ciptakan dalam hidupnya. Cerita terakhir dari buku ini nggak kalah sakit jiwa seperti ketiga cerita sebelumnya. Semua cerita di buku Pelangi Waktu Malam menampilkan kelemahan sekaligus kekuatan pada setiap tokoh dengan caranya masing-masing. Seperti Hana yang berani mengambil resiko menceritakan kembali kejadian yang membuat hidup Hana nggak berkehidupan selama 5 tahun lamanya. Emir yang mendampangi Hana dalam proses penyembuhan adiknya dari kejadian yang mengenaskan itu. Selama 5 tahun bukan hanya Hana yang hidup dalam kesakitan, namun Emir juga merasakan hal yang sama, karena merasa gagal menjadi kakak yang nggak bisa melindungi adiknya dari orang-orang jahat.

"Dunia tidak berjalan sepraktis itu. Seperti tidak semua tanya memiliki jawaban, tidak semua masalah bisa menemukan jalan keluar, dan tidak semua kegagalan memiliki kesempatan untuk diperbaiki." - Halaman 243

Nggak semua korban bisa speak up, karena beberapa alasan. Entah karena nggak mau membuka luka lama, entah karena nggak pernah punya kesempatan, atau bisa jadi dengan speak up malah menjadi boomerang untuk diri sendiri. Hana beruntung bisa memiliki ruang untuk berbicara mengatakan kejadian yang sebenarnya, walau harus menunggu waktu lama. Hana beruntung karena memiliki Emir di sisinya, Hana beruntung masih ada orang lain yang percaya akan apa yang pernah di alaminya bukan kesalahan Hana. Ah maaf, mungkin aku salah menyebutkan kata beruntung. Bagaimana bisa di katakan beruntung, jika mengingat kejadian yang di alami Hana sangat mengerikan. Apapun itu, aku turut bersyukur dan merasa lega kebenarannya terungkap.

"Bahwa menjadi dewasa kadang mesti melewati proses mengerikan." - Halaman 257

Cerita yang ditulis Kak Naya sukses bikin aku banjir air mata. Alur maju mundur yang digunakan tidak menyulitkan pembaca untuk paham jalan ceritanya. Alurnya mengalir dengan sangat rapi. Akhir kata, kisah Hana memberi gambaran bahwa neraka dunia memang ada.

⋆。‧˚ʚ ❀ ɞ˚‧。⋆

Hidup terkadang bisa bikin kita kewalahan, karena ada banyak hal yang terjadi secara bersamaan. Hidup itu perjalanan panjang yang punya keterikatan. Seperti matahari terbit dan terbenam, seperti gelombang ombak pasang surut, seperti bunga mekar dan layu dan seperti yang lain-lainnya. Aku percaya setiap orang punya pengalaman yang luar biasa di hidupnya, yang bikin seseorang jadi seperti sekarang. Kalau di tanya hal apa yang ngebentuk diriku menjadi versi hari ini jawabannya adalah kepergian ibu. Kematian menjadi kepedihan sekaligus kekuatan bagiku. Memikirkan kematian justru malah menyelamatan aku dari kematian itu sendiri.

Aku selalu senang mendengar cerita-cerita pengalaman hidup orang. Rasanya kayak mentransfer energi, entah energi baik atau buruk efeknya ke badanku. Tapi yang jelas dari cerita-cerita mereka, aku bisa belajar hal baru tentang kehidupan yang belum aku jejaki.

Kalau aku dengan pertanyaan yang sama, hal apa yang ngebentuk diri kalian menjadi versi yang sekarang? Aku akan senang sekali jika ada yang berkenan cerita. Ayo ketemu di kolom komentar ya, luvs!

Jawaban terpilih akan ada hadiah kecil-kecilan dari aku, sebagai bentuk apresiasi aku ke kalian karena sudah berkenan cerita. Akan ada 3 jawaban terpilih yang masing-masing akan kukirim pulsa sebesar Rp. 10.000

Sampai jumpa di hari ulang tahunku, di April mendatang! ٩(ˊᗜˋ*)و

 
Designed by Beautifully Chaotic