Tampilkan postingan dengan label Giveaway. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Giveaway. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 05, 2025

[Book Review] Pelangi Waktu Malam

Penulis : Bayu Permana, Flara Deviana, Anindya Frista, Innayah Putri
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran: 20 cm
Halaman : 280 halaman
Cetakan : Pertama, 2025
ISBN : 9786020681115
The Blurb
Empat cerita, empat penulis, empat luka.

Ini tentang empat kisah yang terlambat disuratkan, tentang mereka yang hampir pernah bahagia, tentang impian yang hancur sebelum sempat dibangun, juga tentang pagi yang tak akan pernah tiba.

Sapta mesti menelan fakta bahwa sahabatnya, Tobias, bunuh diri. Padahal Tobias yang Sapta kenal adalah sosok yang penuh hidup. Di dalam surat-surat yang Tobias tinggalkan, dia menuliskan borok mengerikan yang disimpan rapat-rapat dalam dirinya.

Di kisah lain, Ayana melarikan diri ke Bandung setelah menggugat cerai sang suami di hari ulang tahun pernikahan mereka. Di sana, dia bukannya menyembuhkan trauma, malah bertemu Ezra, cinta pertama yang akan mengonfrontasi kisah mereka di masa lalu.

Pada hari jadi mereka yang ke-8, Nalu ditinggalkan kekasihnya, Praya. Kilasan indah masa lalu tak sanggup membuat keduanya menyelamatkan cinta yang setengah mati diperjuangkan. Praya pergi, tanpa pernah tahu apa yang sudah Nalu siapkan untuk masa depan mereka.

Pada cerita terakhir, Hana memberanikan diri untuk duduk di depan kamera, mengulang malam mengerikan yang telah merenggut bagian berharga dari dirinya, dan juga hidupnya. Hana tahu, malam itu mungkin akan memenjarakannya untuk waktu yang sangat lama.

My Thought
Sebelum menceritakan tentang apa bukunya, aku ingin langsung menuliskan pendapat pribadiku setelah membaca buku ini. Aku nggak mau kalian yang membaca review ini langsung mendikte semua tokoh yang ada di bukunya. Rasanya aku nggak cukup tega, kalau kalian menjudge mereka di awal sama halnya aku—keburu kepalang tantrum sama sikap tokoh-tokoh yang ada di buku ini. Kayak gregetan banget sampai pingin teriak di depan muka semua tokohnya "CERITA WOY! DIEM-DIEM, BUBAR GRAK." So sorry emosional lagi, karena benar-benar disayangkan banget! nyesek sampai menembus tulang rusak! ( ˶•ᴖ•) !!

Ada beberapa hal yang aku dapat pelajari dari semua kisahnya. Buku yang bagus adalah buku yang membuat pembaca berpikir dan aku sih YES untuk kasih 5/5⭐ untuk buku sebagus ini. Bukan hanya membuat berpikir, tapi juga bisa merasakan pengalaman yang tokoh alami dalam cerita. Membaca novel mengajari pembaca bagaimana cara hidup karena banyak point of view didalamnya. Book makes you experience life you don't have. So here we go!

1. Semua orang punya tempat amannya masing-masing
Ada sebagian orang terbuka akan kisah hidupnya dan ada sebagian orang yang nggak suka cerita atau ngomong secara gamblang tentang kehidupannya ke orang lain. Aku percaya setiap orang punya ruangnya masing-masing. Mungkin bukan hanya pada seseorang, tapi pada sesuatu yang dia tahu, dia akan merasa hidup bersamanya. Misalnya musik, film, traveling, hewan peliharaan, makanan kesukaan, hobi, atau bisa jadi yang dibutuhkan hanya dirinya sendiri. Menghilang sebentar untuk recharge energy atau ingin cut off juga nggak apa-apa banget. Apapunapapun yang buat kalian merasa nyaman dan aman.

Cara Ayana dalam misi menyembuhkan hatinya dengan cara #KaburAjaDulu hanya membuat masalah berhenti sementara, tapi mungkin itu menjadi jalan terbaik yang harus dilalui terlebih dulu. Sebelum menata hati kembali dan menyelesaikan masalahnya. Kak Flara dalam tulisannya membuat pemahamanku tentang setiap orang butuh waktu untuk mengolah hati seolah tervalidasi. 

2. Terkadang diam menjadi sebuah jawaban
Nggak semua orang punya kemampuan komunikasi yang baik. Nggak semua orang bisa dengan mudah mengutarakan suara hatinya. Sebagian orang dituntut hanya untuk menjadi pendengar, padahal juga punya hak untuk didengar. Sebagian orang lagi hanya bisa diam kayak yang dilakuin Master Limbad. Diam bisa menyembuhkan. Diam juga bisa mengantarkan ke depan gerbang penyesalan, bahkan diam bisa jadi membawa seseorang ke jalan yang buntu. Walau begitu setiap orang punya alasan kenapa memilih untuk diam. Mungkin sebagai upaya menghindar untuk menyelamatkan bukan hanya untuk dirinya sendiri.

Aku dapat memahami bagaimana tiap tokoh di empat cerita ini memilih cara diam untuk menghadapi permasalahannya. Disaat itulah aku tahu penulis bukan hanya menceritakan bagian-bagian kisah tokoh yang ada dalam novel, tapi juga menyeretku kedalam bagian cerita yang mereka tulis (╥‸╥) Silent treatment aku ini sudah ditahap tak tertolong (sebuah pengakuan dosa). Aku tertampar banget waktu baca tulisan Kak Anin di cerita Kilasan, diam akan membawa masalah menguap namun masalahnya nggak akan pernah terselesaikan //CRY, CRY, CRY? (tears baby)// NP: lagu mbak Raye *lah >‸<

3. Jangan sungkan mencari bantuan
Rasanya aku ingin peluk semua tokoh yang ada di novel ini. Dan juga semua orang yang sedang merasa sendirian dalam kesedihannya, karena terkadang aku pun merasakannya. Aku pikir di saat seseorang sedang nggak baik-baik aja, hal pertama yang dibutuhkan bukan ingin dipahami melainkan ditemani bahwa dia nggak sendiri. Afeksi dari seseorang yang dapat dipercaya dalam hidup menumbuhkan rasa aman. Untuk kalian yang berjuang sendiri di luar sana, aku harap kalian segera menemukan bantuan dalam bentuk apapun itu. Aku harap kalian menemukan jawaban—sesuatu yang bisa menenangkan di tengah kekacauan batin dan sesuatu yang bisa menghangatkan perasaan di tengah kecemasan. //sending virtual hug//  ⸜(。˃ ᵕ ˂ )⸝♡

4. Terima kasih untuk tetap hidup
We're just human, it's okay to not be okay! Nggak ada kehidupan yang baik-baik aja. Nggak ada kehidupan yang isinya full sedih-sedihan terus. Adalah benar apa yang di katakan Tobias bahwa nggak ada yang konstan dan mutlak di dunia ini. Termasuk perasaan seseorang. Kadang kalau nggak bisa dapat apa yang kita mau, kita marah dan kecewa karena padahal sudah seberusaha itu. Bilang kalau hidup ini nggak adil. Memang terkadang hidup nggak adil untuk sebagian orang, tapi dari sana kita bisa belajar arti sabar dan punya pengalaman baru. Tapi kadang juga usaha bisa mengkhianati hasil. Ya betul, aku nggak akan nyangkal. Karena aku pun pernah merasakannya kok. Aku dan kita semua pernah merasakan yang namanya senang, sedih, marah, kecewa, lelah, dan perasaan-perasaan lainnya. Mau sehebat apapun orang itu, semua nggak luput dengan perasaan-perasaan manusiawi. Hanya saja cara dan penyebabnya yang berbeda.

Kalau ditanya seberapa puas aku dengan hidupku? Yang aku rasakan sudah merasa lengkap. Aku  merasa cukup untuk semua yang aku punya dan jalani saat ini. Mungkin alasannya karena aku nggak pernah menyesal untuk pilihan yang aku ambil, walaupun nggak sesuai ekspetasi. Tapi di kemudian hari kayak diperlihatkan, kalau keputusan yang aku ambil ternyata apa yang aku butuhkan. Semacam di ingatkan "kalau aku nggak ambil jalan ini, aku nggak akan tau tentang hal ini." Tapi  apa manusia cukup dengan kata cukup? Karena suatu waktu, aku merasa "kok aku kayak jalan di tempat?".

Yang mau aku bilang disini, ayo tetap hidup! karena di saat kita lelah dan ingin menyudahinya, di depan sana semua jawaban sudah menanti, dan kita nggak pernah tahu Tuhan sudah mempersiapkan skenario terbaik apa di kehidupan selanjutnya. Mungkin tangan kita terlalu jauh untuk saling berpelukan, terlalu jauh untuk saling berpegangan, tapi semoga kita semua selalu punya alasan untuk tetap melanjutkan hidup sampai Tuhan yang memanggil dan memeluk kita dengan kasih sayang-Nya  -`♡´-

Jadi begini ke-empat cerita dalam bukunya....
To be Tobias by Bayu Permana
Menceritakan tentang Sapta anak SMA yang menerima kabar kehilangan sahabatnya secara tiba-tiba. Tobias pergi dengan mengakhiri hidupnya sendiri, meninggalkan Sapta dengan segudang tanya. Tobias seorang anak SMA yang nggak nampak murung sebagaimana orang yang mengalami depresi. Tobias teman yang ceria dan ia juga bukan orang yang menutup diri dari dunia luar. Keinginannya untuk menjadi aktor pemain film sudah dibuktikan dengan Tobias memerankan beberapa adegan. Sampai dimana Sapta menerima surat dari Tobias—surat-surat yang dituliskan Tobias sebelum kepergiannya menuju keabadian.
"Kalau lo terima tulisan ini, berarti gue udah nggak ada. Menurut lo, di sini gue harus bilang halo atau selamat tinggal?" - Halaman 28

Kenyataannya Tobias nggak pergi secara tiba-tiba, Tobias sudah mempersiapkan segalanya. Mengutarakan alasan-alasannya dalam surat tanpa ada yang terlewat. Aku nggak bisa nahan tangis ketika baca surat-surat Tobias, mengatur napas, diam sejenak, lalu melanjutkan membaca kembali. Rasanya sangat sesak, sakit, dan aku bisa merasakan bagaimana kesedihan sekaligus kebingungan yang dirasakan Sapta. Sapta kehilangan sahabat absurbnya—ya begitulah penilaiannya terhadap Tobias. Tanpa tahu jika sahabatnya itu menyimpan luka paling dalam. Terkadang ketiadaan menjadi tempat paling aman untuk ditinggali. 

"Gue ngerti kok, perasaan itu bukan sesuatu yang konstan dan mutlak. Pagi-pagi bisa sedih, siangnya bahagia, sorenya sedih lagi. Bisa aja di satu kesempatan kepercayaan diri gue hilang, terus datang lagi, terus jatuh lagi. Nggak tetap. Nggak ada yang tetap." - Halaman 59

Kita Pernah Hampir Bahagia by Flara Deviana

Menceritakan Ayana dan Savian yang menghadapi kegagalan dalam pernikahannya. Ayana menggugat cerai Savian disaat mereka merayakan hari ulang tahun pernikahannya yang ke-6. Tanggal yang dimana menjadi kenangan bahagia, berubah menjadi tanggal yang memilukan bagi keduanya. Aku gregetan banget sama Ayana dan Savian. Pernikahan mereka kurang komunikasi, keduanya malah sibuk adu nasib siapa yang paling tersakiti. Hubungan mereka harusnya masih bisa diperbaiki. SEHARUSNYA. Tapi yasudahlah. Nggak kaget, tapi lumayan bikin nyelekit di hati.

"Kim juga sama menderitanya denganku, tetapi dia nggak mengizinkan dirinya hancur lebur sampai bertindak egois dan mengacaukan hidup orang lain. Sedangkan aku, aku menikmati peran sebagai yang tersakiti." - Halaman 129

Aku bersyukur banget Ayana masih punya Kim, kakak yang menjadi support system Ayana dalam kekalutannya. Namun di lain sisi, kembalinya Ayana ke Bandung mempertemukannya dengan Ezra—cinta pertama Ayana yang hilang bagai ditelan bumi. Mereka bertemu kembali di waktu dan keadaan yang nggak tepat, tapi perasaan keduanya masih sama. 

"Masa lalu tempatnya di belakang, semua salah paham udah clear, artinya, lo dan gue, kita perlu maju buat masa depan." - Halaman 134

Apa kesalahan Savian sampai di gugat cerai Ayana? Bagaimana kelanjutannya Ayana dengan cinta pertamanya? Kalian baca sendiri ya bukunya. Cukup rumit kisah mereka, tetapi setelah membaca keseluruhan isi ceritanya, aku yakin kalian akan bisa memahami dan memaklumi keadaannya.

Kilasan by Anindya Frista

Menceritakan tentang hubungan Praya dan Nalu yang kandas walau 8 tahun bersama. Sebanyak apapun usaha Praya mengingat kebersamaannya dengan Nalu, nggak membuat Praya menghentikan langkah kakinya pergi meninggalkan Nalu. Kisah cinta mereka terlalu rumit, sampai aku binggung mau marah atau nangis dulu bacanya. Jadi Praya sakit, jadi Nalu sakit, pembaca sekarat ૮(˶ㅠ︿ㅠ)ა 

"Praya yang menggebu, dan Nalu yang selalu memberi jeda, seolah dengan begitu masalah mereka akan menguap." - Halaman 155

Kalau ada yang harus disalahin dari kandasnya hubungan Praya dan Nalu siapa, jawabannya NGGAK ADA. Mereka hanya butuh komunikasi yang baik. Bukan hanya hubungannya yang terus di jalin, tapi komunikasi juga nggak kalah penting dan keduanya nggak melakukan itu. Praya kamu nggak salah meminta kepastian dari Nalu dan untuk Nalu aku sangat menghargai segala bentuk usaha yang sedang kamu perjuangkan. 100/10 nyesek banget waktu tahu apa aja yang sudah di korbankan Nalu untuk bisa bersama Praya. Rasanya pingin peluk Praya dan Nalu, pelukan ala-ala Teletubies  (づ•᷄ᴖ•᷅)づ

Pagi yang Tak Pernah Datang by Innayah Putri

Menceritakan tentang Hana yang mencoba keluar dari gelapnya dunia yang orang lain ciptakan dalam hidupnya. Cerita terakhir dari buku ini nggak kalah sakit jiwa seperti ketiga cerita sebelumnya. Semua cerita di buku Pelangi Waktu Malam menampilkan kelemahan sekaligus kekuatan pada setiap tokoh dengan caranya masing-masing. Seperti Hana yang berani mengambil resiko menceritakan kembali kejadian yang membuat hidup Hana nggak berkehidupan selama 5 tahun lamanya. Emir yang mendampangi Hana dalam proses penyembuhan adiknya dari kejadian yang mengenaskan itu. Selama 5 tahun bukan hanya Hana yang hidup dalam kesakitan, namun Emir juga merasakan hal yang sama, karena merasa gagal menjadi kakak yang nggak bisa melindungi adiknya dari orang-orang jahat.

"Dunia tidak berjalan sepraktis itu. Seperti tidak semua tanya memiliki jawaban, tidak semua masalah bisa menemukan jalan keluar, dan tidak semua kegagalan memiliki kesempatan untuk diperbaiki." - Halaman 243

Nggak semua korban bisa speak up, karena beberapa alasan. Entah karena nggak mau membuka luka lama, entah karena nggak pernah punya kesempatan, atau bisa jadi dengan speak up malah menjadi boomerang untuk diri sendiri. Hana beruntung bisa memiliki ruang untuk berbicara mengatakan kejadian yang sebenarnya, walau harus menunggu waktu lama. Hana beruntung karena memiliki Emir di sisinya, Hana beruntung masih ada orang lain yang percaya akan apa yang pernah di alaminya bukan kesalahan Hana. Ah maaf, mungkin aku salah menyebutkan kata beruntung. Bagaimana bisa di katakan beruntung, jika mengingat kejadian yang di alami Hana sangat mengerikan. Apapun itu, aku turut bersyukur dan merasa lega kebenarannya terungkap.

"Bahwa menjadi dewasa kadang mesti melewati proses mengerikan." - Halaman 257

Cerita yang ditulis Kak Naya sukses bikin aku banjir air mata. Alur maju mundur yang digunakan tidak menyulitkan pembaca untuk paham jalan ceritanya. Alurnya mengalir dengan sangat rapi. Akhir kata, kisah Hana memberi gambaran bahwa neraka dunia memang ada.

⋆。‧˚ʚ ❀ ɞ˚‧。⋆

Hidup terkadang bisa bikin kita kewalahan, karena ada banyak hal yang terjadi secara bersamaan. Hidup itu perjalanan panjang yang punya keterikatan. Seperti matahari terbit dan terbenam, seperti gelombang ombak pasang surut, seperti bunga mekar dan layu dan seperti yang lain-lainnya. Aku percaya setiap orang punya pengalaman yang luar biasa di hidupnya, yang bikin seseorang jadi seperti sekarang. Kalau di tanya hal apa yang ngebentuk diriku menjadi versi hari ini jawabannya adalah kepergian ibu. Kematian menjadi kepedihan sekaligus kekuatan bagiku. Memikirkan kematian justru malah menyelamatan aku dari kematian itu sendiri.

Aku selalu senang mendengar cerita-cerita pengalaman hidup orang. Rasanya kayak mentransfer energi, entah energi baik atau buruk efeknya ke badanku. Tapi yang jelas dari cerita-cerita mereka, aku bisa belajar hal baru tentang kehidupan yang belum aku jejaki.

Kalau aku dengan pertanyaan yang sama, hal apa yang ngebentuk diri kalian menjadi versi yang sekarang? Aku akan senang sekali jika ada yang berkenan cerita. Ayo ketemu di kolom komentar ya, luvs!

Jawaban terpilih akan ada hadiah kecil-kecilan dari aku, sebagai bentuk apresiasi aku ke kalian karena sudah berkenan cerita. Akan ada 3 jawaban terpilih yang masing-masing akan kukirim pulsa sebesar Rp. 10.000

Sampai jumpa di hari ulang tahunku, di April mendatang! ٩(ˊᗜˋ*)و

Rabu, Mei 01, 2019

[Blogtour + Giveaway] Dear Oppa by Borassaem & Deirikaa


Judul : Dear Oppa
Penulis : Borassaem
Penerbit : Inari
Ilustrator : Deirikaa
Tebal : 156 halaman (Full Colour)
Terbit : Februari 2019
ISBN : 978-602-6682-40-6

오빠그거알아요? 오빠덕분에제인생이바꼈어요. 예전에우울한사람이지만오빠덕분에밝은사람이됐어요.

Oppa geugeo arayo? Oppa deokpune je insaengi bakyeosseoyo. Yejeone uuran saramijiman oppa deokpune balgeun sarami dwaesseoyo.

Apakah Oppa tahu? Karena Oppa hidupku berubah. Dulu, aku adalah orang yang murung tapi karena Oppa aku menjadi orang yang ceria.

Buat kamu, yang saking sukanya sama K-Pop Idol, pernah nggak sih pengin nulis fan letter untuk bias tersayang? Apalagi kalau pakai Bahasa Korea, pasti kemungkinan untuk di-notice lebih besar, kan?

Nggak usah takut buat mulai belajar! Buku ini akan membantumu untuk mengungkapkan terima kasih, permintaan maaf, dukungan, dan mungkin harapanmu pada bias-mu.

Salam,
@Borassaem

P.S

Buku ini full colour dan ada ilustrasinya oleh @deirikaa Buat yang nggak suka belajar, jangan khawatir, nggak bakal ngantuk kok. Ada contoh surat-surat lucunya juga^^

***

Korean in your area~

Dear K-Drama lovers & K-Popers, pernah kepikiran kepengin terbebas dari yang namanya terjemahan waktu nonton nggak sih? Maunya fokus nonton ke Oppa atau Eonni yang jadi bias kalian aja tapi tetep ngerti apa yang diomongin :"D

Kalau aku sih mau banget! Kadang waktu nonton fokusnya lebih ke terjemahannya karena nggak ngerti apa yang diomogin, kalo-kalo mau lihat ekspresi bias yang seperti nggak punya pori-pori itu biasanya ngulang nonton. Jadi kerjaan dua kali haha

Nah, disini aku mau kasih tahu ke kalian caranya gimana. Caranya... belajar!

Iya, belajar. Belajar buat kamu yang tadinya nggak tahu jadi tahu, yang awalnya nggak bisa jadi bisa. Kuncinya tetap semangat dan terus latihan. Contohnya Kak  Debora Gabriella a.k.a @borassaem, yang selama 8 tahun belajar Bahasa Korea secara otodidak sampai akhirnya menulis buku Dear Oppa. Daebak banget kan!

Nah, disini aku akan mengulas buku Dear Oppa. Sebelumnya, aku sangat berterima kasih kepada Penerbit Inari karena sudah berbaik hati memberikan kesempatan kepadaku untuk membaca buku sebagus ini. 감사 합니다  :")
"Terima kasih telah membaca tiga bab awal~ gimana? udah mumet belum? Hihihi..." - 48

KYAAA~ ini pertanyaan kok pas banget! Pas karena selesai baca ketiga bab awal kok susah banget yha belajar bahasa Korea; harus ingat huruf hangeul dan cara bacanya, belum lagi harus tahu juga artinya. Eits! Walaupun belajar bahasa Korea itu susah tapi kalian nggak akan bosan deh kalau belajarnya pakai buku Dear Oppa, karena membaca buku ini kalian akan merasakan sensasi diajarkan secara langsung oleh penulis @borassaem karena bahasa yang digunakan dalam buku sangat mudah dipahami dan yang paling penting materi yang ditulis dalam buku to do point! Nggak cuma sampai situ, kalian juga akan betah belajar karena setiap lembar bukunya ada ilustrasi karya @deirikaa yang super duper lucuuu.

Seperti penulis yang mengutip kalimat orang Zimbabwe, aku pun sama mau mengutip kalimat itu... "Practice makes perfect". Jadi, buku setebal 156 halaman ini, nggak cuma dipenuhi dengan materi-materi doang. Tapi, ada latihan diakhir setiap babnya. Nah, dibagian ini aku malah excited banget! Penulis dan ilustrator buku Dear Oppa tahu banget cara belajar yang menyenangkan itu seperti apa. Ketika latihan menulis huruf hangeul, aku kesulitan mana huruf yang harus ditumpuk dan mana yang nggak, untung kertas bukunya tebal coba kalau tipis mungkin sudah bolong karena kebanyakan dihapus.

Buku ini sangat ku rekomendasikan untuk kamu yang mau memberitahu rasa sayang yang sudah terpendam lama dari lubuk hati yang paling dalam dengan cara menulis surat kepada biasmu dan pastinya buat kamu yang memiliki keinginan menonton konser secara langsung bias-bias kamu nanti. Let's study! Hwaiting!

Semoga setelah belajar bahasa Korea dengan membaca buku Dear Oppa, aku nggak lagi jadi emoticon team garis keras ketika biasku posting fotonya di media sosial tanpa tahu caption apa yang ditulis dan nggak bergantung bantuan see translation lagi.

Tertarik buat baca buku Dear Oppa? Pas banget ni buat kalian yang kepengin baca buku ini, karena Promo Ramadhan di shopee Penerbit Haru masih berlangsung. Kalian bisa beli buku Dear Oppa dengan diskon 30%~ Sila kalian klik link ini: penerbitharu ^^

Pada kesempatan ini aku nggak cuma menuliskan review, tapi memberikan kebahagian untuk teman-teman yang mengikuti giveaway ini di blogku.

Okay, baca baik-baik ya persyaratannya:

1. Follow akun media sosial Penerbit Inari Instagram/Twitter dan like Fanpage Penerbit Inari (Boleh pilih salah satunya)
2. Follow blog ini via GFC/Google +/E-mail (Optional)
3. Follow akun Instagram/Twitter @yulianipatty (Optional)
4. Share info giveaway ini di media sosial yang kalian miliki boleh Instagram/Twitter dan jangan lupa mention aku
5. Meninggalkan komentar di blog ini dengan mencantumkan nama, akun media sosialmu yang digunakan untuk share info giveaway ini dan jawaban
6. Periode giveaway mulai tanggal 02 Mei - 05 Mei 2019.

Pertanyaan 
Sepanjang membaca Dear Oppa sampai menulis review ini, aku dengerin lagu Home dari BTS. Entah udah berapa ratus kali di ulang terus lagu ini hehe. Coba kalian rekomendasikan lagu favorit kalian ke aku ya!

Satu pemenang beruntung akan mendapatkan hadiah berupa Refil Agenda Emerald Green Label dan Keychain (random) Penerbit Haru Grup.


Good luck, luv!

Kalian juga bisa membaca review buku Dear Oppa dan buku BTS Seasons of Love di kakak-kakak blogger lainnya. Alamat blognya sila kalian lihat banner di bawah ya, luv!


Happy reading, luv! ^^

Jumat, Juli 10, 2015

Mine

Diikutkan Dalam Lomba Cerpen 'The Chronicles of Audy: 4/4'
 

Hai, namaku Audy. Aku mempunyai kisah yang sangat berharga bagiku. Yang telah merubah hidupku menjadi lebih dewasa. Mengerti bahwa kehidupan ini menjadi berarti; jika disamping kita selalu ada orang-orang yang menyayangi kita dengan tulus. Menyadarkan aku bahwa aku adalah wanita yang sangat beruntung didunia ini; karena aku dikelilingi empat lelaki yang membumbui seluruh kisah ini. Mereka seperti keluargaku sendiri.

Pertama ada Regan. Dia adalah sosok pria yang sangat dewasa, dia juga teman kuliahku, orang yang selalu mau mendengarkan segala keluh kesahku, dan selalu memberikan bahu untukku disaat aku membutuhkannya. Regan, seperti tameng pribadi bagiku.

Romeo. Dia adik sekaligus saudara satu-satunya Regan. Dia orangnya pendiam; tidak suka banyak bicara. Aku mengetahui itu, karena waktu itu aku dan teman-teman lainnya mengerjakan tugas kuliah dirumahnya. Oh iya, Remeo pandai memainkan alat musik gitar.

Lalu ada Rex. Rex adalah teman adikku disekolah juga dirumah. Teman bermain PS dirumah. Rex orangnya  pandai, pemalu dan sopan. Aku tidak khawatir jika adikku berteman dengannya. Dia juga aku anggap sebagi adikku sendiri.

Dan terakhir ada Rafael. Malaikatku, dia segalanya bagiku. Dia adikku, adik satu-satunya, yang selalu menemaniku dirumah ini jika orangtuaku ditugaskan bekerja keluar kota. Anaknya sedikit nakal, cerewet, tapi terkadang dia menjadi sosok yang dewasa melebihiku; aku belajar banyak darinya.

***
"Kak, aku mau main ps ya kak" Melewatiku begitu saja sambil berlari kearah ruang tv.
"Hmm, Rafael" Aku menghela
"Hai kak Audy?" Sapa Rex
"Eh ada Rex, mau main ps ya sama Rafael? Tanyaku
"Iya kak"
"Oh yaudah, nanti kalau kalian lapar ambil aja makanan diatas meja dapur!"
"Okay kak" Mneghampiri Rafael

It's been a long day without you my friend...

Suara nada dering panggilan masuk headphoneku berbunyi. Ternyata Regan telpon. Aku langsung mengangkatnya.

"Halo..." Jawabku
"Audy kamu lagi ada dimana? Lagi sibuk ngga? Kalau ngga sibuk aku jemput ya?" Belum sempat aku bertanya ada apa, Regan memberikan pertanyaan bertubu-tubi.
"Sebentar.. sebentar, ada apa ini? kok aku ditodong sejumlah pertanyaan ginih sih?" Tanyaku sambil tersenyum, tentu Regan tidak melihatnya.
"Hehehe, sorry Audy. Aku mau minta bantuan nih ke kamu. Bisa ngga?"
"Apa?"
"Temenin aku beli kado buat adikku"
"Romeo?"
"Iya, siapa lagi? Dia ulang tahun besok. Bantu aku ya Audy, Please!" Dengan nada memohon.
"Ohh, Okay deh"
"Okay. Aku jemput kamu ya sekarang juga" Regan menutup telponnya.

Aku pergi keruang tv menghampiri Rafael dan Rex.

"Rafael, kakak mau pergi dulu?"
"Ohh, iya kak" Jawab Rafael tanpa mengalihkan pandangannya kearah tv.
"Jangan nakal ya?"
"Sip"
***
 Ditoko gitar.
 
"Kalau yang ini gimana Audy? Keren ngga?" Tanya Regan yang sedari tadi menunjukan beberapa gitar pilihannya kepadaku, ini sudah empat kali pertanyaan yang sama yang diajukan oleh Regan kepadaku.

"Keren, tapi apa itu warna kesukaan Romeo? Pastikan kalau itu warna kesukaan Romeo, kalau menurut aku sih ngga ada masalah sama gitarnya, karena semuanya keren" Kataku, memberi saran. Karena memang tugasku untuk itu Regan membawaku kesini.

"Nah yang ini aja kali ya? Soalnya Romeo menyukai warna biru. Gimana menurut kamu Audy?"
Aku mengacungkan dua jempolku sambil tersenyum kearah Regan. Itu sudah menjadi jawaban untuknya.

Setelah selesai bertransaksi ditoko gitar tersebut, Regan mengajak aku makan. Katanya sebagai ucapan terima kasih.
***
Diacara ulang tahun Romeo.

"Terimakasih ya Audy kamu udah dateng. Pake bawa kado segala. Hehe" Sambut Regan
"Eh ada Rafael juga toh? Sambung Regan
"Iya kak"
"Ohh iya, ini teman Rafael. Kamu kan tahu Regan, Rafael itu gampang bosen. Jadi aku bawa Rex aja buat nemenin, biar gak bosen" Memperkenalkan Rex kepada Regan
"Hai kak, aku Rex. Temannya Rafael" Memperkenalkan sambil menjabat tangan Regan
"Terimakasih ya kalian udah datang" Romeo akhirnya angkat bicara sambil tersenyum.
"Okay, selesai sudah pembukaanya. Sekarang waktunya makan!"
"Yey asik asik" Rafael kegirangan.


Regan mempersiapkan segalanya; tentu dibantu dengan Audy.

"Kak, terimakasih ya sudah mempersiapkan semuanya buat Romeo dan gitar barunya. Romeo suka banget kak"
"Iya, sama-sama"
"Ngga ada acara pelukan nih?" Ledek Rafael

Suasana menjadi gaduh karena candaan Si kecil Rafael.

Hari ini semuanya berkumpul, ada aku, Rafael, Rex, Regan juga Romeo. Kami tertawa lepas malam ini. Dan aku seperti berada ditengah-tengah sebuah keluarga. Bahagia.

*** 

 Malam ini aku sangat merindukan Papa dan Mama. 
 
"Kenapa sih kak? Keliyatannya dua hari belakangan ini kakak keliyatan binggung banget? Meskipun kakak mempunyai masalah seberat apapun, Rafael yakin kakak pasti bisa mengatasinya. Buktinya kakak bisa menjaga dan sabar menghadapi Rafael yang nakal. Kakak ngga usah takut, Rafael pasti akan selalu disamping kakak apapun yang terjadi"

Nah kan, keluar cerewetnya. Aku benar kan Rafael memang terkadang bisa melebihi dewasanya aku. Aku mencium pipinya. Tentu tanpa sepengetahuannya.

"Ih kakak Rafael, kan udah besar" Langsung pergi kekamarnya.

Aku sangat beruntung memiliki adik seperti Rafael

Rafael, you are my everything.

Kehangatan keluarga  bisa didapatkan meskipun bukan dari keluarga sendiri. Selama mereka selalu berada disisi kita.
 
Designed by Beautifully Chaotic