Tampilkan postingan dengan label Grasindo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Grasindo. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 14, 2016

[Book Review] Last Journey by Kezia Evi Wiadji


Judul: Last Journey
Penulis: Kezia Evi Wiadji
Penerbit: Grasindo
Tebal: 120 Halaman
Terbit: November, 2015
ISBN: 978-602-375-265-2

>> BLURB<<

Jika sehari terdiri dari 24 jam atau 1.440 menit atau 86.400 detik. Setidaknya, aku telah bernapas di muka bumi ini 528 jam atau 31.680 menit atau 1.900.800 detik.
Luar biasa bukan?
 Namun, pertanyaan yang muncul di benakku sejak satu tahun yang lalu adalah berapa lama lagi jam biologisku akan berdetak mengikuti detik jam yang ada?
By the way, namaku Erika Natalia. Aku mahasiswi tingkat akhir Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Aku penderita leukimia kronis. Bisa jadi, Korea Selatan adalah Perjalanan Terakhirku!

Last Journey menceritakan tentang seorang gadis yang mengidap penyakit yang sangat mematikan, leukimia. Erika Natalia, namanya. Dokter telah memvonis hidupnya satu tahun lagi. Erika tidak ingin terpuruk dan mengalah pada penyakit yang sedang di deritanya ini, apalagi sampai membuat kedua orangtuanya sedih. Akhirnya, Erika memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan tanpa keluarganya. Tujuannya untuk membuat hidupnya terlihat akan baik-baik saja tanpa belas kasihan dari orang-orang yang mengetahui tentang penyakit yang sedang di deritanya. Erika tidak ingin dirinya di kasihani. Erika sangat membenci hal itu. Setidaknya, hanya untuk satu tahun ke depan. Dan Korea Selatan adalah negara tujuan yang di pilih olehnya untuk melakukan perjalanan terakhirnya. Ya, Erika menganggap mungkin saja perjalanan ke Korea Selatan adalah menjadi perjalanan terakhirnya.

Erika melakukan perjalanan ke Korea Selatan bersama rombongan JOY Tour and Travel selama 8 hari. Satu hari sebelum hari yang di tunggu-tunggu tiba, Erika mempersiapkan segala kebutuhannya selama berada di Korea nanti. Setelah hari yang di tunggunya tiba, disana tidak ada satu orang pun yang di kenal oleh Erika. Melalui novel ini, pembaca akan merasakan melakukan tour bersama Erika di Korea Selatan. Lah akunya kapan bisa pergi ke negara ginseng itu? *nangis bombay*

Di Bandara, ada yang menghampiri Erika menanyakan kursi yang kosong di sebelahnya. Tidak lama kemudian pria itu mengajaknya berkenalan. Theo, nama pria itu. Sebenarnya, Erika terganggu dengan keberadaan Theo di sampingnya. Karena Erika tidak menyukai sikap Theo yang mudah sok akrab dengan orang yang baru di kenalnya.

Dan lagi, Kak Evi adalah penulis yang menulis ending ceritanya selalu gagal aku tebak. Aku kira Last Journey akhirnya akan sad ending dan perkiraanku memang salah setelah aku melahap habis lembar demi lembar novel yang berjumlah 120 halaman ini>< Jumlah halamannya kurang banyak Kak, nggak berasa banget baca novel ini. Tau-tau sudah di penghujung lembaran terakhir. Covernya manis semanis ceritanya dan semanis sikap Theo ke Erika di Korea *eaaa* Yang tadinya aku nggak suka dengan Theo di awal-awal bab and then aku jadi suka banget sama Theo sengan sikap romantis serta sikap dewasnya setelah mengetahui penyakit yang di derita oleh Erika. Quote-quote Theo ke Erika bikin aku baper banget, Kak. Pokoknya, envy rasanya sama Erika. Kepengin punya pacar kayak Theo. KYAAA><

Masih ada typo nih Kak di halaman 17, lis seharusnya di tambah huruf t menjadi list (daftar). Dikalimat, "... lalu mengecek lis penyanyi  beserta lagu-lagunya".  Sudah typo nya cuma di bagian itu saja. Ohiya, by the way ini novel kedua dari Kak Evi yang aku baca setelah The Unbroken Vow. Kalau aku boleh saran, sebenarnya cerita ini masih bisa di kembangkan lagi.  Mungkin Kak Evi mempunyai ide untuk menulis sekuel dari novel Last Journey?! Hihi

Terima kasih Kak untuk buku-bukunya, untuk tanda tangan di setiap novel Kakak yang aku punya, dan sikap ramah Kakak kepada setiap pembaca setia Kakak *kiss & hug* Jangan berhenti menulis yaa Kak, makin produktif lagi menulisnya. Aku tunggu karya-karya Kakak selanjutnya dan aku tunggu juga giveaway-nya. Hoho, ketauan maunya gratisan :'D

Di novel Last Journey lumayan banyak quote-quote yang aku suka. Ini aku buat jadi photoquote, semoga Kakak suka^^







Worth 3,5 of 5.

Kamis, Agustus 13, 2015

[Book Review] The Wedding Plan by Pia Devina

 Judul : The Wedding Plan

Penulis : Pia Devina

Penerbit : Grasindo

Tebal : 192 Halaman

Terbit : Februari 2015


 The Blurb

"Wanita harus menikah sebelum usia dua puluh enam tahun agar kehidupan rumah tangganya bahagia."
Bagi seorang Gayatri Windriya, menikah tidak menjadi prioritas dalam pilihan hidupnya. Permasalahan yang timbul mungkin tidak akan menjadi sangat keruh seandainya keluarga besar tidak menjodohkan  dirinya dengan seseorang. Mahesa Bhadrika, lelaki yang sangat dibencinya di masa lalu, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
 
Bagaimanapun, Giya bersikeras untuk membubarkan rencana pernikahannya sendiri bersama laki-laki itu. Dia bahkan meminta Reksa untuk berpura-pura menjadi kekasihnya.

Lantas... haruskah rencana pernikahan itu benar-benar karam?

My Thought 

The Books About... 

Berkisah tentang Giya, seorang gadis yang mempunyai karir yang bisa dibilang cemerlang. Tetapi diusianya hampir tiga puluh tahun dia belum juga mendapatkan tambatan hati untuk menjadi pasangannya. Baginya menikah bukanlah menjadi prioritas yang utama. Tetapi dalam kepercayaan keluarganya, seorang wanita harus menikah sebelum usia dua puluh enam tahun.

Akhirnya keluarga Giya menjodohkannya dengan seorang pria yang sebelumnya sudah dikenalnya sekaligus orang yang paling dibenci dari masa SMA sampai detik ini. Tentu saja Giya menolak perjodohan itu. Giya merencanakan sesuatu untuk menggagalkan perjodohan tersebut dengan menyewa pacar bohongan.

The Characters

Giya. Wanita yang berusia hampir tiga puluh tahun yang disudutkan oleh keluarganya untuk segera menikah. Giya memang mempunyai karir yang cemerlang. Tetapi tidak untuk masalah percintaannya. Giya sangat membenci teman masa SMA nya yang  merupakan calon tunangannya sendiri.

Deva. Dia selalu menjadi pendengar dan penasehat yang setia bagi Giya. Deva adalah sahabat Giya. Ia mempunyai cafe yang diberi nama Autumn Leaves.

Badi. Pria yang pernah menyakiti hati Giya, sekaligus mempermalukannya. Ia menjadikan Giya sebagai bahan taruhan di masa SMA. Itu yang menyebabkan Giya sangat membencinya. Tetapi, Badi sangat menyesal apa yang dulu ia perbuat kepada Giya.

Lalu ada, Reksa. Seorang pelayan di cafe milik Deva. Dan merupakan pacar sewaan Giya. Yang telah disarankan oleh Deva.

 My Favorite Quote 
"Aku baru mengakui, ternyata waktu tidak bisa mengobati segalanya." -Pg 8- 
"Yang bikin lo marah besar sama Badi dan nggak mau maafin dia adalah... karena lo pernah jatuh cinta sama dia." -Pg 55-
"Suka dan jatuh cinta itu sangat jauh berbeda!" -Pg 55-
"Menikah bukan satu-satunya cara untuk bahagia." -Pg 71-
"Setidaknya, aku punya seseorang yang bisa kuandalkan. Walaupun dia hanyalah seorang pacar bohongan." -Pg 133-
"Menikah itu bukan hal main-main, Gi. Lo memilih seseorang yang akan menghabiskan waktu lama bareng sama lo." -Pg 165-
"Anggap aja gue nggak ada, benda mati. karena apapun yang kalian lakukan atau diskusikan, nggak pernah melibatkan gue. Seakan hidup gue hanya milik kalian." -Pg 167-
"Waktu sang pemisah yang seharusnya cukup efektif bagi kami. Setidaknya, bagiku." -Pg 168-
"... karena aku memiliki dua orang teman yang bisa membantuku untuk membuka mata dan telinga juga hatiku." -Pg 185-



Font Cover

Cover novelnya manis. Menggambarkan isi cerita dinovelnya. Seperti,  ada sebuah kaki yang melangkah. Itu menggambarkan Giya yang tidak setuju dengan rencana pertunangannya dengan Badi. Okay ini menurut imajinasi liarku saja kak hihi (/.\)

Typo Oh Typo

Masih ditemukannya kata-kata typo dibeberapa halaman. Hidunya seharusnya hidungnya, dikalimat "... mengelap ujung hidungnya." -Pg 114- Kesampingku tubuhku seharusnya kesamping tubuhku. -Pg 173- Lamat seharusnya lama, dikalimat "menatapku lamat" -Pg 175- Berbciara seharusnya berbicara. -Pg 176-

Final Thought

Awalnya aku kira novel ini menyuguhkan persiapan apa saja yang akan disiapkan dalam pernikahan. Seperti gaun apa yang akan dikenakan, tempat acara pernikahan tersebut dilaksanakan dan lain sebagainya yang dibutuhkan dalam acara sebuah penikahan. Ternyata imajinasiku kali ini salah besar kak. Kakak berhasil membuat novel ini tidak mainstream *Applause*

Novelnya mengalir apa adanya, dari bab satu ke bab berikutnya sangat mengalir. Cerdas! Yang aku suka dari novel kakak ini, karena setiap bab nya memiliki judul. Aku suka banget jika penulis membuat setiap bab novelnya diberi judul, karena itu akan menggambarkan isi dari bab tersebut. Seperti sebuah identitas. Bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami.

Menurutku endingnya kurang greget kak. Tapi cukup lega akhirnya Giya menerima perjodohan yang ia kekang selama ini.

Oya kak, terima kasih untuk hadiah novel beserta coretan manisnya. Terus menulis yaa kak dan selalu menginspirasi melalui tulisan kakak. Sukses always! (^^,)9

Worth 4 of 5 ^o^
 
Designed by Beautifully Chaotic