Selasa, Mei 17, 2016

[Book Review] The Princess in Me by Donna Rosamayna

Judul: The Princess in Me
Penulis: Donna Rosamayna
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 269 Halaman
Kategori: Teenlit
ISBN: 978-979-22-8701-1

  Sinopsis  
 Ada tiga hal yang sangat disesali oleh Pri dalam kehidupannya; namanya, bentuk tubuhnya, dan kampusnya.

Andai Papa dan Mama  tidak menamakannya Princess, pasti tidak ada seorang pun yang menertawakannya saat dosen sedang mengabsen. Kalau bentuk tubuhnya indah seperti Ditya sahabatnya, pasti Ryan tidak menjatuhkan pilihannya kepada Vivian, cewek cantik yang angkuh itu.  Dan, kalau saja Papa miliuner, tentu dia bisa kuliah di jurusan fashion design yang lumayan mahal itu, bukannya di fakultas hukum yang setengah mati membosankan ini.

Tapi segala sesuatu yang dimiliki seseorang akan terus dibawa sampai dia mati, kan? Buat apa disesali? Yang bisa kita lakukan hanya menerima kenyataan itu atau berusaha mengubahnya. Dan Pri memutuskan untuk melakukan pilihan yang kedua.

  My Thought  
The book about...

The Princess in Me menceritakan kisah seorang gadis yang mempunyai dua masalah yang menurutnya dari kedua masalah itulah muncul masalah-asalah yang membuat hidupnya terlihat begitu menyedihkan. Pertama, dia mempunyai berat badan yang tidak ideal. Kedua, dia merasa nama pemberian dari orangtuanya sejak lahir sangat tidak cocok untuk dirinya. Dari kedua masalah tersebut serta ditambah Pri tidak memiliki wajah yang tidak cantik bak seorang model sangat tidak sesuai dengan namanya, Princess Anandhita. Pri sangat malu jika harus menyebut namanya. Dan karena berat badan yang tidak ideal serta wajah yang tidak cantik itulah Pri selalu gagal dalam percintaannya. Ketika Pri menyukai seseorang, hanya rasa patah hatilah yang Pri terima sebelum Pri mengutarakan perasaannya. Seperti kalah sebelum berperang. Kedua masalah tersebut seperti sebuah kutukan baginya.
"Putri Tidur tertidur seratus tahun karena menunggu cinta pangeran, sedangkan aku menangis seratus tahun karena telah dicampakkan oleh cowok yang sama sekali bukan pangeran... ironis sekali!!!" Hal 14
Characters

Princess. Seorang gadis yang berusia 18 tahun yang sedang menjalani study jurusan Hukum disalah satu Universitas di Jakarta. Dia lebih suka dipanggil Pri daripada Princess. Pri mempunyai sifat pantang menyerah . Terbukti ketika Pri mampu menurunkan berat badannya diangka yang ideal. Pri juga mempunyai skill terpendam yaitu merancang busana. 

Ditya. Seorang model sekaligus sahabat Pri yang sangat mengerti keinginan dan kebutuhan sahabatnya itu. Ditya yang berperan penting dalam membantu proses menurunkan berat badan dan mengubah penampilan Pri. Seolah, Ditya adalah mesin pembantu dalam segala hal penampilan Pri.

Frans. Teman masa kecil Pri. Untuk waktu yang cukup lama mereka tidak lagi bertemu satu sama lain. Ketika mereka ditakdirkan bertemu kembali, awalnya mereka saling tidak mengenali, karena keduanya sudah sangat berubah. Jelas saja, terakhir kali mereka bersama sejak duduk dibangku Taman Kanak-Kanak.

Bagaimana perasaan kalian jika ada cowok yang mendekati kalian hanya ingin memanfaatkanmu saja? Cowok itu mendekatimu agar dia bisa dekat dengan sahabatmu. Apa yang akan kamu lakukan jika kalian berada diposisi seperti itu? Pri merasakan pahitnya akan hal itu. Mungkin hanya itu saja review yang bisa aku tulis. Kalau kalian penasaran bagaimana cerita Pri keseluruhannya. Buruan beli dan baca novelnya. Ehe^^

Selasa, April 12, 2016

[Book Review] Sesaat di Keabadian by Mezty Mez


Judul: Sesaat di Keabadian
Penulis: Mezty Mez
Penerbit: EnterMedia
Terbit: 2015
Tebal: vi + 130 halaman
ISBN: 979-780-835-1

Sesaat di Keabadian mengangkat tema penantian. Renata Asyka Rayata menunggu seseorang yang sudah lama tak ditemuinya, karena ingin melanjutkan study di Jepang. Dante adalah pria yang selama beberapa tahun belakangan ini ditunggu-tunggu kehadirannya oleh Rena. Tetapi setelah kepergiaannya ke Jepang, Rena tidak mendapatkan satu kabar pun tentang keberadaan Dante disana. Rena sudah sudah berusaha menghubungi beberapa kontak yang dimiliki oleh Dante dengan bantuan Alex, sahabat Dante. Tapi usaha Rena tak kunjung membuahkan hasil, Rena tidak mendapat kabar apapun dari Dante.
"Rasanya, sangat menyakitkan ketika menunggu dalam ketidakpastian." Hal 78
"Jika cinta itu adalah anugerah, kenapa masih ada yang harus tersakiti?" Hal 94
Tema lain yang diangkat dari novel kedua karya Kak Mezty ini juga mengangkat tema kesetian. Rena dengan setianya menunggu kehadiran Dante berada disisinya lagi, meskipun menunggu dalam waktu yang cukup lama Rena tetap setia dan yakin bahwa Dante akan kembali dan tetap mempunyai perasaan yang sama dengannya. Rasa cinta yang dimiliki Rena kepada Dante begitu besar sehingga menanamkan keyakinan kepada hati Rena bahwa Dante pasti akan kembali dan akan menemuinya di pantai yang menjadi tempat favorite mereka berdua.
"Cinta membuat seseorang egois, ingin memiliki dan tak ingin kehilangan." Hal 57
"Beberapa hal memang berubah. Tapi, bukankah memang ada hal-hal yang tak berubah meski sudah digerus waktu?" Hal 6
Semenjak kepergian Dante, Alex dengan setia menemani dan selalu berada disamping Rena. Alex yang mengisi hari-hari Rena untuk membantunya melupakan luka sepeninggal Dante. Seolah Alex menjadi pelipur lara untuk Rena. Alex juga berusaha untuk menjaga serta melindungi Rena.
"Jika Dante adalah mataharimu. Aku ingin menjadi bulan untukmu, Re. Bulan yang menuntunmu untuk berjalan dalam gelap." Hal 73
Kedekatan antara Rena dan dan Alex menjadi bibit awal munculnya perasaan yang berbeda yang dirasakan oleh Alex kepada Rena. Bukan hanya sekedar ingin menemani dan melindungi hari-hari Rena saja, tetapi ada perasaan ingin memiliki. Alex mencintai Rena, kekasih dari sahabatnya sendiri. Karena begitu besarnya cinta Alex kepada Rena itu menjadi dorongan yang pada akhirnya Alex menyatakan perasaan cintanya kepada Rena. 
 "Aku tak bisa memilikimu, tapi juga tak bisa meninggalkanmu." Hal 107
Sesaat di Keabadian merupakan karya Mezty Mez pertama yang pernah aku baca. Mengangkat tema yang menurutku cukup mainstream tidak mengurungkan niatku untuk membaca novelnya. Tidak ada satu bab pun yang aku lewatkan dalam novel ini. Sesaat di Keabadian juga merupakan sekuel dari Hai Luka, novel pertama yang Kak Mezty tulis. Aku belum membaca novel pertamanya. Jadi, aku kurang bisa mendeskripsikan tokoh Dante dalam novel ini. Tidak bisa melihat begitu besar cinta dari mereka berdua, antara Rena dan Dante. Sebaliknya, aku lebih merasakan bahwa cinta Alex lah yang begitu besar kepada Rena.

Masih ada beberapa typo yang masih aku temukan didalam novel. Seperti dengannyan maksudnya dengannya (lupa di halaman keberapa). Menelopon seharusnya menelepon (hal 83). Kondisnya maksudnya kondisinya (hal 103). Dan ketika acara ijab kabul antara Rena dan Alex, menurut sepengetahuanku seharusnya menggunakan binti bukan bin  (hal 121). Sudah typo nya cuma itu, lumayan banyak sih tapi tidak terlalu mengganggu dalam proses membacanya, karena tidak terlalu fatal dan tidak mengubah makna.

Menurutku, alur dalam novel ini terlalu cepat. Sebenarnya di beberapa bagian ada yang masih bisa di kembangkan oleh penulis. Ohiya, sepertinya novel Sesaat di Keabadian masih akan ada cerita kelanjutannya. Di epilog saat Rena berada di pantai terdengar ada suara pria yang memanggil namanya dan ternyata itu adalah Dante. Seseorang yang kehadirannya sangat ditunggu-tunggu oleh Rena. Padahal sebelum di bab epilog, Dante diceritakan telah meninggal. Semoga, benar akan ada kelanjutannya dari novel ini dan yang pasti aku akan menunggu cerita selanjutnya.

>Abaikan wajah daku<

Untuk kalian yang sudah membaca review ini dan di hantui rasa penasaran dengan bagaimana isi keseluruhan ceritanya, kalian bisa membeli novelnya untuk menjawab semua rasa penasaran kalian^^

Worth 3 of 5.

Minggu, Februari 14, 2016

[Book Review] Last Journey by Kezia Evi Wiadji


Judul: Last Journey
Penulis: Kezia Evi Wiadji
Penerbit: Grasindo
Tebal: 120 Halaman
Terbit: November, 2015
ISBN: 978-602-375-265-2

>> BLURB<<

Jika sehari terdiri dari 24 jam atau 1.440 menit atau 86.400 detik. Setidaknya, aku telah bernapas di muka bumi ini 528 jam atau 31.680 menit atau 1.900.800 detik.
Luar biasa bukan?
 Namun, pertanyaan yang muncul di benakku sejak satu tahun yang lalu adalah berapa lama lagi jam biologisku akan berdetak mengikuti detik jam yang ada?
By the way, namaku Erika Natalia. Aku mahasiswi tingkat akhir Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Aku penderita leukimia kronis. Bisa jadi, Korea Selatan adalah Perjalanan Terakhirku!

Last Journey menceritakan tentang seorang gadis yang mengidap penyakit yang sangat mematikan, leukimia. Erika Natalia, namanya. Dokter telah memvonis hidupnya satu tahun lagi. Erika tidak ingin terpuruk dan mengalah pada penyakit yang sedang di deritanya ini, apalagi sampai membuat kedua orangtuanya sedih. Akhirnya, Erika memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan tanpa keluarganya. Tujuannya untuk membuat hidupnya terlihat akan baik-baik saja tanpa belas kasihan dari orang-orang yang mengetahui tentang penyakit yang sedang di deritanya. Erika tidak ingin dirinya di kasihani. Erika sangat membenci hal itu. Setidaknya, hanya untuk satu tahun ke depan. Dan Korea Selatan adalah negara tujuan yang di pilih olehnya untuk melakukan perjalanan terakhirnya. Ya, Erika menganggap mungkin saja perjalanan ke Korea Selatan adalah menjadi perjalanan terakhirnya.

Erika melakukan perjalanan ke Korea Selatan bersama rombongan JOY Tour and Travel selama 8 hari. Satu hari sebelum hari yang di tunggu-tunggu tiba, Erika mempersiapkan segala kebutuhannya selama berada di Korea nanti. Setelah hari yang di tunggunya tiba, disana tidak ada satu orang pun yang di kenal oleh Erika. Melalui novel ini, pembaca akan merasakan melakukan tour bersama Erika di Korea Selatan. Lah akunya kapan bisa pergi ke negara ginseng itu? *nangis bombay*

Di Bandara, ada yang menghampiri Erika menanyakan kursi yang kosong di sebelahnya. Tidak lama kemudian pria itu mengajaknya berkenalan. Theo, nama pria itu. Sebenarnya, Erika terganggu dengan keberadaan Theo di sampingnya. Karena Erika tidak menyukai sikap Theo yang mudah sok akrab dengan orang yang baru di kenalnya.

Dan lagi, Kak Evi adalah penulis yang menulis ending ceritanya selalu gagal aku tebak. Aku kira Last Journey akhirnya akan sad ending dan perkiraanku memang salah setelah aku melahap habis lembar demi lembar novel yang berjumlah 120 halaman ini>< Jumlah halamannya kurang banyak Kak, nggak berasa banget baca novel ini. Tau-tau sudah di penghujung lembaran terakhir. Covernya manis semanis ceritanya dan semanis sikap Theo ke Erika di Korea *eaaa* Yang tadinya aku nggak suka dengan Theo di awal-awal bab and then aku jadi suka banget sama Theo sengan sikap romantis serta sikap dewasnya setelah mengetahui penyakit yang di derita oleh Erika. Quote-quote Theo ke Erika bikin aku baper banget, Kak. Pokoknya, envy rasanya sama Erika. Kepengin punya pacar kayak Theo. KYAAA><

Masih ada typo nih Kak di halaman 17, lis seharusnya di tambah huruf t menjadi list (daftar). Dikalimat, "... lalu mengecek lis penyanyi  beserta lagu-lagunya".  Sudah typo nya cuma di bagian itu saja. Ohiya, by the way ini novel kedua dari Kak Evi yang aku baca setelah The Unbroken Vow. Kalau aku boleh saran, sebenarnya cerita ini masih bisa di kembangkan lagi.  Mungkin Kak Evi mempunyai ide untuk menulis sekuel dari novel Last Journey?! Hihi

Terima kasih Kak untuk buku-bukunya, untuk tanda tangan di setiap novel Kakak yang aku punya, dan sikap ramah Kakak kepada setiap pembaca setia Kakak *kiss & hug* Jangan berhenti menulis yaa Kak, makin produktif lagi menulisnya. Aku tunggu karya-karya Kakak selanjutnya dan aku tunggu juga giveaway-nya. Hoho, ketauan maunya gratisan :'D

Di novel Last Journey lumayan banyak quote-quote yang aku suka. Ini aku buat jadi photoquote, semoga Kakak suka^^







Worth 3,5 of 5.

Senin, Februari 01, 2016

[Book Review] The Unbroken Vow by Kezia Evi Wiadji


Judul: The Unbroken Vow
Penulis: Kezia Evi Wiadji
Genre: Amore
Desain Cover: Marcel A.W.
Tebal: 232 Halaman
Terbit: 2015
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1963-6

The Blurb

Diusianya yang masih muda, Ivy Sutedja boleh berbangga diri. Ia memiliki semua yang diimpikan oleh wanita seusianya. Usaha bridal yang mapan, putri cilik yang menggemaskan, dan kehidupan tenang bersama laki-laki tampan yang bernama Ethan Wicaksana.

Sampai suatu hari, guru anaknya, berada diantara dirinya dan Ethan, mengguncang kehidupan nyamannya. Kemudian muncul laki-laki lain yang menawarkan bahunya untuk Ivy bersandar, terutama ketika teror masa lalu menincar nyawanya.

My Thought

The Book About...

Berkisah tentang seorang wanita tegar yang sudah mempunyai usaha yang terbilang mapan untuk seusianya, Ivy Sutedja. Ia menekuni usaha bridalnya dari nol hingga bisa dibilang sukses untuk sekarang ini. Ivy juga bisa dikatakan wanita yang sangat beruntung, ia memililiki Ethan sekaligus memiliki malaikat kecil yang begitu menggemaskan; seolah mereka berdua pelipur lara bagi Ivy. Semua orang boleh melirik dengan tatapan envy kearah Ivy.

Tetapi didunia ini tidak ada yang sempurna. Itu yang terjadi didalam kehidupan Ivy. Mempunyai usaha yang sukses, teman hidup yang setia serta anak yang begitu menggemaskan. Itu tidaklah cukup baginya. Seperti ada yang menghilang dalam hidup Ivy. Begitu berarti.

Mungkin, Ivy mengetahui apa yang hilang dalam hidupnya, tapi apa Ivy bisa mengembalikan sesuatu yang hilang itu dengan utuh seperti sedia kala? Apa Ivy bisa terus menerus menjalani kehidupan dengan sesuatu yang hilang itu? Apa Ivy bisa bersahabat dengan keadaan yang sebenarnya tidak mau ia jalani?


'The Unbroken Vow' adalah karya kak Kezia sekaligus novel amore yang pertama yang pernah aku baca. Bagi yang awam seperti aku, yang belum familiar dengan genre ini fyi (for your information): Amore adalah novel dewasa yang menampilkan kisah roman dalam negeri.  Sc: google.com
Alur ceritanya dari bab satu ke bab selanjutnya sangat mengalir. Dari bab-bab awal konflik amat tidak kentara. Tentang keluarga bahagia. Orangtua yang meskipun disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing tetapi tidak lupa dengan anaknya yang baru menduduki bangku TK. Ivy dan Ethan membuat jadwal bergantian untuk mengantar serta menjemput Cindy disekolah. Diawal bab sampai mendekati bab pertengahan pembaca akan mengira bahwa ini tentang keluarga yang sangat harmonis.Tapi setelah membacanya, aku dikejutkan dengan sebuah kenyataan yang sebelumnya tidak pernah terduga. Dihalaman *lupa* ada adegan yang sangat menyebalkan. Antara Ethan dan Sally. Aku hampir mengutuk mereka berdua. Aku kira Ethan dan Sally berselingkuh. Akhirnya aku melanjutkan membaca tiap lembar untuk menjawab rasa penasaran yang diselimuti rasa kesal. Setelah menemukan jawabannya, aku senyum-senyum sendiri dan menutup mukaku dengan novel karena saking malunya. Aku berhenti sejenak membacanya. Aku salah paham dengan hubungan mereka berdua. I'm so sorry. Ethan. Sally. Malu banget sama mereka berdua (/.\) Okay stop ini udah mulai spoiler. Bagi pembaca yang penasaran dengan kisah Ivy dan Ethan, segera deh beli novelnya. Recommeded banget novelnya :^)

Ohiya, masih ada typo juga, contohnya dihalaman 75 Ethan Wicaksono yang seharusnya Ethan Wicaksana. Udah cuma dibagian itu saja typo nya. Selebihnya, sangat aman dari kata typo.

Worth 3 of 5 ^^

Kamis, Agustus 13, 2015

[Book Review] The Wedding Plan by Pia Devina

 Judul : The Wedding Plan

Penulis : Pia Devina

Penerbit : Grasindo

Tebal : 192 Halaman

Terbit : Februari 2015


 The Blurb

"Wanita harus menikah sebelum usia dua puluh enam tahun agar kehidupan rumah tangganya bahagia."
Bagi seorang Gayatri Windriya, menikah tidak menjadi prioritas dalam pilihan hidupnya. Permasalahan yang timbul mungkin tidak akan menjadi sangat keruh seandainya keluarga besar tidak menjodohkan  dirinya dengan seseorang. Mahesa Bhadrika, lelaki yang sangat dibencinya di masa lalu, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
 
Bagaimanapun, Giya bersikeras untuk membubarkan rencana pernikahannya sendiri bersama laki-laki itu. Dia bahkan meminta Reksa untuk berpura-pura menjadi kekasihnya.

Lantas... haruskah rencana pernikahan itu benar-benar karam?

My Thought 

The Books About... 

Berkisah tentang Giya, seorang gadis yang mempunyai karir yang bisa dibilang cemerlang. Tetapi diusianya hampir tiga puluh tahun dia belum juga mendapatkan tambatan hati untuk menjadi pasangannya. Baginya menikah bukanlah menjadi prioritas yang utama. Tetapi dalam kepercayaan keluarganya, seorang wanita harus menikah sebelum usia dua puluh enam tahun.

Akhirnya keluarga Giya menjodohkannya dengan seorang pria yang sebelumnya sudah dikenalnya sekaligus orang yang paling dibenci dari masa SMA sampai detik ini. Tentu saja Giya menolak perjodohan itu. Giya merencanakan sesuatu untuk menggagalkan perjodohan tersebut dengan menyewa pacar bohongan.

The Characters

Giya. Wanita yang berusia hampir tiga puluh tahun yang disudutkan oleh keluarganya untuk segera menikah. Giya memang mempunyai karir yang cemerlang. Tetapi tidak untuk masalah percintaannya. Giya sangat membenci teman masa SMA nya yang  merupakan calon tunangannya sendiri.

Deva. Dia selalu menjadi pendengar dan penasehat yang setia bagi Giya. Deva adalah sahabat Giya. Ia mempunyai cafe yang diberi nama Autumn Leaves.

Badi. Pria yang pernah menyakiti hati Giya, sekaligus mempermalukannya. Ia menjadikan Giya sebagai bahan taruhan di masa SMA. Itu yang menyebabkan Giya sangat membencinya. Tetapi, Badi sangat menyesal apa yang dulu ia perbuat kepada Giya.

Lalu ada, Reksa. Seorang pelayan di cafe milik Deva. Dan merupakan pacar sewaan Giya. Yang telah disarankan oleh Deva.

 My Favorite Quote 
"Aku baru mengakui, ternyata waktu tidak bisa mengobati segalanya." -Pg 8- 
"Yang bikin lo marah besar sama Badi dan nggak mau maafin dia adalah... karena lo pernah jatuh cinta sama dia." -Pg 55-
"Suka dan jatuh cinta itu sangat jauh berbeda!" -Pg 55-
"Menikah bukan satu-satunya cara untuk bahagia." -Pg 71-
"Setidaknya, aku punya seseorang yang bisa kuandalkan. Walaupun dia hanyalah seorang pacar bohongan." -Pg 133-
"Menikah itu bukan hal main-main, Gi. Lo memilih seseorang yang akan menghabiskan waktu lama bareng sama lo." -Pg 165-
"Anggap aja gue nggak ada, benda mati. karena apapun yang kalian lakukan atau diskusikan, nggak pernah melibatkan gue. Seakan hidup gue hanya milik kalian." -Pg 167-
"Waktu sang pemisah yang seharusnya cukup efektif bagi kami. Setidaknya, bagiku." -Pg 168-
"... karena aku memiliki dua orang teman yang bisa membantuku untuk membuka mata dan telinga juga hatiku." -Pg 185-



Font Cover

Cover novelnya manis. Menggambarkan isi cerita dinovelnya. Seperti,  ada sebuah kaki yang melangkah. Itu menggambarkan Giya yang tidak setuju dengan rencana pertunangannya dengan Badi. Okay ini menurut imajinasi liarku saja kak hihi (/.\)

Typo Oh Typo

Masih ditemukannya kata-kata typo dibeberapa halaman. Hidunya seharusnya hidungnya, dikalimat "... mengelap ujung hidungnya." -Pg 114- Kesampingku tubuhku seharusnya kesamping tubuhku. -Pg 173- Lamat seharusnya lama, dikalimat "menatapku lamat" -Pg 175- Berbciara seharusnya berbicara. -Pg 176-

Final Thought

Awalnya aku kira novel ini menyuguhkan persiapan apa saja yang akan disiapkan dalam pernikahan. Seperti gaun apa yang akan dikenakan, tempat acara pernikahan tersebut dilaksanakan dan lain sebagainya yang dibutuhkan dalam acara sebuah penikahan. Ternyata imajinasiku kali ini salah besar kak. Kakak berhasil membuat novel ini tidak mainstream *Applause*

Novelnya mengalir apa adanya, dari bab satu ke bab berikutnya sangat mengalir. Cerdas! Yang aku suka dari novel kakak ini, karena setiap bab nya memiliki judul. Aku suka banget jika penulis membuat setiap bab novelnya diberi judul, karena itu akan menggambarkan isi dari bab tersebut. Seperti sebuah identitas. Bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami.

Menurutku endingnya kurang greget kak. Tapi cukup lega akhirnya Giya menerima perjodohan yang ia kekang selama ini.

Oya kak, terima kasih untuk hadiah novel beserta coretan manisnya. Terus menulis yaa kak dan selalu menginspirasi melalui tulisan kakak. Sukses always! (^^,)9

Worth 4 of 5 ^o^

Jumat, Juli 24, 2015

The Twilight Saga

Ini gila. Aku jatuh cinta dengan film yang belum aku tonton isi keseluruhannya sebelumnya. Awalnya aku hanya menonton iklannya saja; melalui salah satu stasiun televisi swasta. Itu pun karena ketidaksengajaan.

Pertama kali aku melihat iklannya, aku baru menduduki bangku kelas 1 SMA. Mengapa aku bisa jatuh cinta dengan film yang jelas-jelas aku belum mengenal dan menonton isi keseluruhan filmnya?

Pertama, aku tertarik melihat setting tempat difilm itu. Kedua, aku menyukai alur ceritanya. Ketiga, aku mengagumi tokoh difilm tersebut. Tentunya melalui trailer di iklan tersebut. "Pokoknya aku harus menonton film ini!" Kataku dalam hati memerintah.

Astaga! Aku terkejut ketika melihat jam menunjukan pukul 04:30 WIB. Aku gagal menonton film tersebut untuk pertama kali. Itu berlanjut sampai ketiga kali aku tidak bisa menonton film itu. Mengapa? Karena film tersebut ditayangankan cukup malam; untuk seusiaku waktu itu. Orangtuaku tentu saja melarang untuk menonton televisi sampai selarut itu. Karena waktu itu ditayangkan pukul 22:00 WIB.

Tepatnya 14 Oktober 2012. Akhirnya aku bisa melihat keseluruhan filmnya. Entah untuk keberapa kali sejak aku tidak bisa menonton film ini karena beberapa gangguan; karena ketiduran lah, kena marah, dan gangguan lainnya seolah takdir tidak menginjinkanku untuk menonton film tersebut :'D

Aku jatuh cinta dengan filmnya. Maksudku, benar-benar jatuh cinta dengan film Twilight. Film yang diadaptasi dari novel karya Stephenie Meyer.

Setelah itu, aku mulai mencari apapun yang berhubungan tentang film Twilight. Mulai dari tentang filmnya, para pemain difilm tersebut, soundtrack, gambar dan lain sebagainya. Pokoknya tiada hari tanpa searching tentang Twilight. Xixi x))

My Twilight Stuff
Aku cuma punya twilight stuff DVD kelima sekual film The Twiligh Saga *puk puk* Envy rasanya liyat temen-temen Twihard (Baca: Sebutan untuk penggemar film The Twilight Saga) mempunyai twilight stuff  lengkap *tears* Tapi aku pasti punya twilight stuff lengkap nanti, Insya Allah *pray*  

Oya, aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada kakak ku. Karena dia yang membelikan semua DVD ini. Thank's a lot my brother. Aku mencintaimu :D wkwk

Aku tidak menuliskan review film The Twilight Saga dipostingan ini. Secepatnya, aku akan posting tentang review film ini. Dikategori blogku: Movie Review. Do'akan ya, semoga aku segera menulis dan memposting reviewnya.

I Love Twilight and I'm Twihard.

Jumat, Juli 10, 2015

Mine

Diikutkan Dalam Lomba Cerpen 'The Chronicles of Audy: 4/4'
 

Hai, namaku Audy. Aku mempunyai kisah yang sangat berharga bagiku. Yang telah merubah hidupku menjadi lebih dewasa. Mengerti bahwa kehidupan ini menjadi berarti; jika disamping kita selalu ada orang-orang yang menyayangi kita dengan tulus. Menyadarkan aku bahwa aku adalah wanita yang sangat beruntung didunia ini; karena aku dikelilingi empat lelaki yang membumbui seluruh kisah ini. Mereka seperti keluargaku sendiri.

Pertama ada Regan. Dia adalah sosok pria yang sangat dewasa, dia juga teman kuliahku, orang yang selalu mau mendengarkan segala keluh kesahku, dan selalu memberikan bahu untukku disaat aku membutuhkannya. Regan, seperti tameng pribadi bagiku.

Romeo. Dia adik sekaligus saudara satu-satunya Regan. Dia orangnya pendiam; tidak suka banyak bicara. Aku mengetahui itu, karena waktu itu aku dan teman-teman lainnya mengerjakan tugas kuliah dirumahnya. Oh iya, Remeo pandai memainkan alat musik gitar.

Lalu ada Rex. Rex adalah teman adikku disekolah juga dirumah. Teman bermain PS dirumah. Rex orangnya  pandai, pemalu dan sopan. Aku tidak khawatir jika adikku berteman dengannya. Dia juga aku anggap sebagi adikku sendiri.

Dan terakhir ada Rafael. Malaikatku, dia segalanya bagiku. Dia adikku, adik satu-satunya, yang selalu menemaniku dirumah ini jika orangtuaku ditugaskan bekerja keluar kota. Anaknya sedikit nakal, cerewet, tapi terkadang dia menjadi sosok yang dewasa melebihiku; aku belajar banyak darinya.

***
"Kak, aku mau main ps ya kak" Melewatiku begitu saja sambil berlari kearah ruang tv.
"Hmm, Rafael" Aku menghela
"Hai kak Audy?" Sapa Rex
"Eh ada Rex, mau main ps ya sama Rafael? Tanyaku
"Iya kak"
"Oh yaudah, nanti kalau kalian lapar ambil aja makanan diatas meja dapur!"
"Okay kak" Mneghampiri Rafael

It's been a long day without you my friend...

Suara nada dering panggilan masuk headphoneku berbunyi. Ternyata Regan telpon. Aku langsung mengangkatnya.

"Halo..." Jawabku
"Audy kamu lagi ada dimana? Lagi sibuk ngga? Kalau ngga sibuk aku jemput ya?" Belum sempat aku bertanya ada apa, Regan memberikan pertanyaan bertubu-tubi.
"Sebentar.. sebentar, ada apa ini? kok aku ditodong sejumlah pertanyaan ginih sih?" Tanyaku sambil tersenyum, tentu Regan tidak melihatnya.
"Hehehe, sorry Audy. Aku mau minta bantuan nih ke kamu. Bisa ngga?"
"Apa?"
"Temenin aku beli kado buat adikku"
"Romeo?"
"Iya, siapa lagi? Dia ulang tahun besok. Bantu aku ya Audy, Please!" Dengan nada memohon.
"Ohh, Okay deh"
"Okay. Aku jemput kamu ya sekarang juga" Regan menutup telponnya.

Aku pergi keruang tv menghampiri Rafael dan Rex.

"Rafael, kakak mau pergi dulu?"
"Ohh, iya kak" Jawab Rafael tanpa mengalihkan pandangannya kearah tv.
"Jangan nakal ya?"
"Sip"
***
 Ditoko gitar.
 
"Kalau yang ini gimana Audy? Keren ngga?" Tanya Regan yang sedari tadi menunjukan beberapa gitar pilihannya kepadaku, ini sudah empat kali pertanyaan yang sama yang diajukan oleh Regan kepadaku.

"Keren, tapi apa itu warna kesukaan Romeo? Pastikan kalau itu warna kesukaan Romeo, kalau menurut aku sih ngga ada masalah sama gitarnya, karena semuanya keren" Kataku, memberi saran. Karena memang tugasku untuk itu Regan membawaku kesini.

"Nah yang ini aja kali ya? Soalnya Romeo menyukai warna biru. Gimana menurut kamu Audy?"
Aku mengacungkan dua jempolku sambil tersenyum kearah Regan. Itu sudah menjadi jawaban untuknya.

Setelah selesai bertransaksi ditoko gitar tersebut, Regan mengajak aku makan. Katanya sebagai ucapan terima kasih.
***
Diacara ulang tahun Romeo.

"Terimakasih ya Audy kamu udah dateng. Pake bawa kado segala. Hehe" Sambut Regan
"Eh ada Rafael juga toh? Sambung Regan
"Iya kak"
"Ohh iya, ini teman Rafael. Kamu kan tahu Regan, Rafael itu gampang bosen. Jadi aku bawa Rex aja buat nemenin, biar gak bosen" Memperkenalkan Rex kepada Regan
"Hai kak, aku Rex. Temannya Rafael" Memperkenalkan sambil menjabat tangan Regan
"Terimakasih ya kalian udah datang" Romeo akhirnya angkat bicara sambil tersenyum.
"Okay, selesai sudah pembukaanya. Sekarang waktunya makan!"
"Yey asik asik" Rafael kegirangan.


Regan mempersiapkan segalanya; tentu dibantu dengan Audy.

"Kak, terimakasih ya sudah mempersiapkan semuanya buat Romeo dan gitar barunya. Romeo suka banget kak"
"Iya, sama-sama"
"Ngga ada acara pelukan nih?" Ledek Rafael

Suasana menjadi gaduh karena candaan Si kecil Rafael.

Hari ini semuanya berkumpul, ada aku, Rafael, Rex, Regan juga Romeo. Kami tertawa lepas malam ini. Dan aku seperti berada ditengah-tengah sebuah keluarga. Bahagia.

*** 

 Malam ini aku sangat merindukan Papa dan Mama. 
 
"Kenapa sih kak? Keliyatannya dua hari belakangan ini kakak keliyatan binggung banget? Meskipun kakak mempunyai masalah seberat apapun, Rafael yakin kakak pasti bisa mengatasinya. Buktinya kakak bisa menjaga dan sabar menghadapi Rafael yang nakal. Kakak ngga usah takut, Rafael pasti akan selalu disamping kakak apapun yang terjadi"

Nah kan, keluar cerewetnya. Aku benar kan Rafael memang terkadang bisa melebihi dewasanya aku. Aku mencium pipinya. Tentu tanpa sepengetahuannya.

"Ih kakak Rafael, kan udah besar" Langsung pergi kekamarnya.

Aku sangat beruntung memiliki adik seperti Rafael

Rafael, you are my everything.

Kehangatan keluarga  bisa didapatkan meskipun bukan dari keluarga sendiri. Selama mereka selalu berada disisi kita.

[Book Review] Lusi Si Ilusiana by Dani Maulana


Judul: Lusi Si Ilusiana

Penulis: Dani Maulana

Kategori: Novel

Genre: Fiksi

Jumlah Halaman: 100 halaman

Harga: Rp. 33.000

Tahun Terbit: 2015



The books about...

Berkisah tentang Agra, yang harus pindah dari  Tangerang ke Serang Banten tempat kelahiran ibunya untuk melanjutkan Sekolah Menengah Pertama disana. Agra tidak tahu persis mengapa keluarganya harus pindah ke tempat yang masih terbelakang itu. Tetapi mau tidak mau, Agra harus mengikuti Ayah dan Ibunya.

Ibu Agra mencarikan teman untuk teman bermain anaknya, agar Agra tidak merasa bosan; Lusi namanya. Diperkenalkanlah mereka. Mereka sering menghabiskan waktu bersama dan akhirnya Agra menyimpan rasa suka terhadap Lusi. Tapi belum sempat Agra menyatakannya, Lusi pindah mengikutinya orangtuanya yang ditugaskan dikota lain, tanpa berpamitan secara langsung kepada Agra.

The Characters  

Agra. Orangnya lucu. Suka bercanda; ngga serius. Penyayang, buktinya dia merawat dua kunang-kunang pemberian Lusi dan memberikan helm kepada Lusi ketika menjemput Lusi dari membeli kue, akhirnya mereka kena tilang polisi. Sweet yaa Agra? Dan sedikit bandel, baru masuk di sekolah baru udah berani bolos.

Lusi. Orangnya menyenangkan dan lucu; bersamanya Agra tidak merasa bosan. Pintar, seperti yang dia katakan kepada Agra, kalau kunang-kunang itu bisa dipakai untuk pembangkit listrik dan berkhayal tentang kelanjutan film Ada Apa Dengan Cinta; tentunya versi Lusi sang ilusionist. Yang kenyataannya memang tidak demikian. Dan cantik, begitu penggambaran dinovel tersebut.

Ocit.  ^Nah itu tokoh favorit gue dinovel ini (He is my idol). Hihi x))^  Gambaran Ocit dinovel ini menjadi sosok anak kecil yang misterius. Menurut masyarakat sekitar ada hantu anak kecil yang suka memancing di pinggir kali. Lusi melarang Agra untuk pergi kesana, nyatanya Agra malah mengobrol dengan Ocit dan Agra mendapat inspirasi darinya; tanpa tahu siapa Ocit sebenarnya *Okey fix, gue nulis ini mulai ngerasa merinding. Gue tengok kebelakang ternyata nggak ada Ocit. Aman!*

Lalu ada Bi Ijah. Seorang janda yang mempunyai warung kopi dan jadi sasaran tempat Mat Penyok ngutang
 
Mat Penyok. Playboy; suka gonta-ganti cewek. Suka ngasbon di warung kopi Bi Ijah, dibalik semua keburukannya Mat Penyok juga punya sisi positifnya; jadi penasehat cinta Agra, misalnya.

Terakhir ada Pak Asep. Guru Fisika Agra disekolah. Gue suka penggambaran penulis tentang Pak Asep. Caranya mengajar, menyuruh anak murid maju kedepan untuk menuliskan jawaban PR yang ia berikan; memakai tanggal sebagai nomer absen siswa yang akan maju; dia mempunyai progres.

-- Typo Oh Typo -- 
  • Pertamu seharusnya pertamamu dan katatu seharusnya kataku. -Hal 31-
  • Klo kurang a tuh kak seharusnya kalo, ko jadi ala-ala sms'an gituh ya? -Hal 47- 
  • Mengeluakan kurang r seharusnya jadi mengeluarkan. -Hal 48- 
  • Menjad kurang i seharusnya menjadi. -Hal57- 
  • Dikalimat "Hari sudah mulai sore, terlihat mega merah menambah gagahnya menara banten yang menjulang" Bukannya kalau nama kota itu harus diawali dengan huruf kapital ya kak? -Hal 63-
  •  Terkecut seharusnya terkejut. -Hal 70-
  • Jajinya seharusnya janjinya. -Hal 73-
  • Cerinya seharusnya ceritanya. -Hal 82- 
  • Faham   seharusnya diawali dengan P. Gue pikir ini typo yang disengaja. Tapi gak mungkin diulang sampe tiga kali berturut-turut, seperti pada kalimat "Iya Gra, sebenarnya penjajah itu salah faham..." -Hal 84- "Hahaha, salah faham itu membawa kita kedalam kemerdekaan hingga saat ini." -Hal 85- Dan dikalimat "... agar kesalahfahaman ini tidak berlarut sampai anak cucu." -Hal 85- Buat mastiin ini, gue yang lupa atau gimana, gue buka Kamus Lengkap Bahasa Indonesia gue kak dari Agus Sulistyo & Adi Mulyono dihalaman 269, ternyata yang ada Paham - Pengertian; pendapat; pikiran. Terus buat bikin yakin, gue buka halaman huruf f kan, dan gak ditemuin kata faham disana.
  • Mengankat seharusnya mengangkat. -Hal 93-
  • Denganya kurang n seharusnya dengannya. -Hal 94-  
-- Kalimat Favorite --  
  • "Hai kamu wanita, jangan naik angkot sore ini, agar aku berguna sebagai seorang lelaki" -Hal 24-
  • Kegagalan adalah ketika tidak mampu lagi bermimpi. -Hal 62-
  • Baiklah, saat ini aku akui aku lemah dan bodoh sebagai seorang lelaki. -Hal 79-
  • Karena aku hanya membutuhkan seseorang yang membutuhkanku. -Hal 79-
  • Itu sulit bagiku karena aku tipe lelaki yang sulit mengungkapkan kata cinta. -Hal 79-
  • Kamu masih belum terima pengakuanku ini. Silahkan jadi aku saat itu, biar tau apa rasanya. -Hal 80-
  • Sekian lama ragaku semakin bergerak hampa, mugkin karena kamu tidak ada disini lagi. -Hal 86-
  • Bagiku langit itu diam, awan yang selalu bergerak Bagiku langit itu bingkai dan awan adalah hiasannya. -Hal 87-
  • Karena itu tugasmu, membahagiakan yang lain dengan turunnya hujan yang dinanti. -Hal 88-

Quote of Lusi Si Ilusiana - Created by Yuliani
Quote of Lusi Si Ilusiana - Created by Yuliani



Final Thoughts 
Novel yang menggelitik dan manis serta inspiratif! Cukup sukses membuat gue senyum dan hampir ngakngak sendiri kak bacanya. Alur novelnya mengalir sangat baik dan tidak dipaksakan. Bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami. Cara menyambungkan dari bab satu ke bab lainnya sangat mengalir, pintar! Dan masih banyak ditemukannya typo. Overall, that's good. ^^ *Applause*

Alat & Bahan Review :D
Oya kak, gue baru kali ini nge-review sampe buka Kamus Bahasa Indonesia segala. HAHA. Tapi tentu  & pasti ada hikmah dibalik semua ini. Hehe
Kelebihan & kekurangan serta keluhan lainnya sudah disampaikan ya kak melalui DM. Xixi ^o^  Terimakasih untuk hadiah novel yang gurih ini kak, sukses selalu. Semoga novel kelanjutannya cepat selesai dan terbit dalam waktu dekat ini. Jangan berhenti menulis ya kak! (^^,)9

Worth 3.5 of 5 ^o^
Dari seseorang yang mengidolakan
sosok Ocit dan Pak Asep di novel ini^^
 
Designed by Beautifully Chaotic